Ini Pesan Haedar Nashir di Peringatan Maulid Nabi

Ketua Umum PP Muhammdiyah Haedar Nashir - Instagram @haedarnashirofficial
20 Oktober 2021 08:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN – Dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awwal kalender Hijriyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak umat Islam untuk menampilkan teladan utama atau uswah hasanah dalam tiga konteks.

Dalam Hari Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini yang jatuh pada Selasa (19/10), Haedar berpesan untuk memperpendek, meminimalisasi, bahkan menghilangkan kesenjangan antara nilai agama yang serba baik, serba benar, serba utama dengan praktik kehidupan nyata. Dalam praktik kehidupan nyata, pengamalannya seringkali berbeda dari nilai-nilai yang telah diajarkan agama.

“Dan praktik itu bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam praktik kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan kehidupan yang lebih luas di mana agama menjadi sumber nilai yang utama,” kata Haedar Selasa, (19/10).

Pesan kedua agar umat Islam senantiasa memperhatikan bahwa di tengah majunya penguasaan teknologi, kehidupan politik, ekonomi, dan budaya modern ternyata juga menyisakan krisis moral, krisi perilaku, krisis keteladanan, dan berbagai kekerasan atas nama apapun.

Maka seyogyanya umat beragama, khususnya kaum muslim untuk menghadirkan alam pikiran, sikap, dan tindakan yang mampu menjadi solusi atas berbagai problem kehidupan yang bersifat krisis tersebut.

“Jadikan Islam dan figur Nabi Muhammad SAW sebagai role model untuk menghadirkan kehidupan yang lebih beradab, lebih bermoral, lebih menjunjung tinggi nilai-nilai utama, menyebar perdamaian, persatuan sekaligus mencegah segala bentuk permusuhan, kebencian, kekerasan, keretakan, dan hal-hal yang membuat suatu bangsa akan jatuh,” kata Haedar.

Pesan Haedar selanjutnya agar bangsa Indonesia yang sejatinya berbasis pada kebudayaan luhur mampu mewujudkan cita-cita luhur untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Cita-cita luhur ini melingkupi kehidupan yang bersatu, berdaulat, adil, dan Makmur yang juga merupakan cita-cita para pendiri bangsa.

“Saya percaya bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam selalu menjadi sumber nilai kebaikan, keutamaan, dan keluhuran hidup kita bersama,” katanya.