Sekolah DIY Diminta Bentuk Agen Perubahan Perilaku, Ini Fungsinya

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
20 Oktober 2021 17:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY meminta semua sekolah untuk membentuk tim agen perubahan perilaku untuk selalu mengingatkan kepada siswa maupun guru yang melanggar protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka (PTM).

Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman mengatakan PTM terbatas di tengah pandemi Covid-19 butuh pencermatan agar tidak terjadi penularan Covid-19. 

“Kami sudah sampaikan ke sekolah untuk membentuk tim agen perubahan untuk mengingatkan cuci tangan dan memakai masker. Tim dari siswa dan guru,” kata Suhirman, Rabu (20/10/2021).

Selain membentuk tim agen perubahan, Disdikpora DIY juga menggandeng para dokter muda untuk sosialisasi perubahan perilaku di sekolah selama pandemi Covid-19. Para dokter muda tersebut sebelumnya tergabung dalam penebalan tenaga kesehatan (nakes) atau tim pemantau pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

“Sudah ada sekitar 50 sekolah yang didatangi dokter muda dalam sosialisasi perubahan perilaku ini,” ujar Suhirman.

Mantan Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Wilayah Bantul ini mengatakan sejauh ini hampir semua sekolah sudah menggelar PTM. Hanya ada beberapa sekolah yang belum menggelar PTM karena syarat vaksinasi masih belum mencapai 80%. Sebab vaksinasi siswa minimal 80% menjadi syarat utama bagi sekolah untuk menggelar PTM.

Sekolah yang sudah menggelar PTM tidak menghadapi kendala berarti. Hanya ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki oleh sekolah, yakni kerumunan saat siswa akan pulang setelah selesai menjalani PTM.

“Yang perlu dievaluasi ada kerumunan anak, harusnya langsung pulang tapi masih berkerumun,” ucap Suhirman.