Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Kasus corona yang cenderung melandai berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. Meski demikian, pihak rumah sakit rujukan tetap menyiapkan antisipasi pada saat terjadi lonjakan kasus.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, hingga Minggu (24/10) siang ada dua pasien positif yang dirawat. Selain itu, ada enam pasien dalam status suspek corona yang menjalani perawatan.
Adapun tempat tidur yang disediakan 28 unit. Rinciannya, sebanyak 14 tempat tidur untuk pasien dewasa, anak-anak ada enam unit, ibu bersalin tiga tempat tidur dan lima unit untuk perawatan bayi.
“Sekarang banyak yang kosong karena yang dirawat bisa dihitung dengan jari,” kata Heru, Minggu (24/10).
Meski demikian, dia mengakui tetap mewaspadai adanya potensi lonjakan kasus. Skenario yang dipersiapkan dengan menyiapkan perluasan tempat tidur perawatan pada saat sewaktu-waktu dibutuhkan. “Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus, tapi akan kami persiapkan menambah ruang perawatan saat ada penambahan pasien yang membutuhkan penanganan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, kasus penularan corona yang semakin terkendali berdampak terhadap kapasitas ruang perawatan di rumah sakit rujukan.
Ia pun mengklaim ruang perawatan corona sempat kosong karena tidak ada pasien yang dirawat. Meski demikian, pada Minggu siang tercatat ada dua pasien positif sedang menjalani perawatan di RSUD Wonosari. “Mudah-mudahan terus terkendali sehingga tidak ada lonjakan lagi,” katanya.
Dewi mengungkapkan, upaya penanggulangan corona tidak hanya dengan mengencearkn program vaksinasi. Pasalnya, pencegahan juga membutuhkan paritisipasi aktif dari masyarakat. Salah satunya, terus patuh dan berdisiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Tidak boleh abai karena jika tidak patuh potensi tertular semakin tinggi. Oleh karenanya, masyarakat harus berdisiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus penularan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil DIY, Gandung Pardiman, meninggal dunia di RS Panti Rapih pada Selasa pagi dan dimakamkan di Ponjong.
IHSG diproyeksi bergerak sideways di kisaran 5.280-5.450 saat investor menanti keputusan The Fed dan mencermati pelemahan rupiah.
Dua putra Menteri Haji dan Umrah mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli setelah penunjukan mereka menuai pro dan kontra di masyarakat.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (27/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp111.600 per kg. Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp164.800 per kg.