Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Kasus corona yang cenderung melandai berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. Meski demikian, pihak rumah sakit rujukan tetap menyiapkan antisipasi pada saat terjadi lonjakan kasus.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, hingga Minggu (24/10) siang ada dua pasien positif yang dirawat. Selain itu, ada enam pasien dalam status suspek corona yang menjalani perawatan.
Adapun tempat tidur yang disediakan 28 unit. Rinciannya, sebanyak 14 tempat tidur untuk pasien dewasa, anak-anak ada enam unit, ibu bersalin tiga tempat tidur dan lima unit untuk perawatan bayi.
“Sekarang banyak yang kosong karena yang dirawat bisa dihitung dengan jari,” kata Heru, Minggu (24/10).
Meski demikian, dia mengakui tetap mewaspadai adanya potensi lonjakan kasus. Skenario yang dipersiapkan dengan menyiapkan perluasan tempat tidur perawatan pada saat sewaktu-waktu dibutuhkan. “Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus, tapi akan kami persiapkan menambah ruang perawatan saat ada penambahan pasien yang membutuhkan penanganan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, kasus penularan corona yang semakin terkendali berdampak terhadap kapasitas ruang perawatan di rumah sakit rujukan.
Ia pun mengklaim ruang perawatan corona sempat kosong karena tidak ada pasien yang dirawat. Meski demikian, pada Minggu siang tercatat ada dua pasien positif sedang menjalani perawatan di RSUD Wonosari. “Mudah-mudahan terus terkendali sehingga tidak ada lonjakan lagi,” katanya.
Dewi mengungkapkan, upaya penanggulangan corona tidak hanya dengan mengencearkn program vaksinasi. Pasalnya, pencegahan juga membutuhkan paritisipasi aktif dari masyarakat. Salah satunya, terus patuh dan berdisiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Tidak boleh abai karena jika tidak patuh potensi tertular semakin tinggi. Oleh karenanya, masyarakat harus berdisiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus penularan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Iran menyatakan ekspor minyak tetap berjalan meski diblokade AS. Teheran juga memulihkan 40% kapasitas produksi South Pars.
Penganiayaan terjadi di Waduk Sermo, Kulonprogo. Seorang perempuan dipukul pria setelah menegur pelaku yang terus menatapnya.
Polda Metro Jaya menyebut perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok perusuh setelah aksi AMPB Pati selesai.
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.
Backlog hunian Jakarta mencapai 402.287 KK, sementara 29.000 apartemen belum terserap. Pembiayaan dan hunian vertikal jadi solusi.