Advertisement
Catat! Epidemiolog UGM Ingatkan Pemerintah Tetap Perketat Mobilitas
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama menyarankan pemerintah tetap perlu untuk memperketat pembatasan mobilitas jelang Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya libur akhir tahun bisa dipecah atau diundur dengan tetap melakukan pembatasan mobilitas. Seperti misalnya di tanggal liburan itu tidak boleh ada mobilitas keluar daerah atau menutup akses jalan, bandara, atau stasiun.
Advertisement
"Memundurkan libur Nataru tanpa usaha untuk melakukan antisipasi lonjakan mobilitasnya akan berakibat sama saja," katanya, Selasa (26/10/2021).
BACA JUGA : Epidemiolog UGM Sebut PPKM Efektif Tekan Kasus Covid-19
Kebijakan itu juga bisa dilengkapi dengan meminta masyarakat untuk liburan di tempat wisata lokal di daerah domisilinya. Selain itu, perbaikan 3T (testing, tracing, dan treatment) dan perluasan cakupan vaksinasi juga perlu didorong sebelum dimulainya libur Nataru.
"Ditambah memperkuat kebijakan, misal hanya yang sudah mendapatkan vaksin yang boleh bepergian, termasuk jalur darat," imbuhnya.
Bayu mengungkapkan pro-kontra terkait kebijakan saat libur Nataru pasti ada. Namun, ia menilai jika pemerintah konsisten dan benar dalam memberikan informasi kepada masyarakat, maka mereka akan paham.
Tak hanya pemerintah, peran seluruh pihak sangat diperlukan untuk menekan kasus Covid-19 agar tidak kembali melonjak drastis seperti pertengahan tahun lalu.
BACA JUGA : Kasus Covid-19 Menurun, Epidemiolog UGM Minta Masyarakat
"Bahayanya pas liburan Nataru kan mirip seperti momentum mudik Lebaran kemarin. Di mana ditakutkan mobilitas besar dalam waktu cukup lama bisa memicu penyebaran penyakit dari satu daerah ke daerah lain," kata dia.
Untuk itu, menurutnya kunci pengendalian pandemi ini agar kasus tidak kembali melonjak ialah pengetatan mobilitas dan syarat perjalanan, peningkatan cakupan vaksinasi, peningkatan kemampuan 3T dan disiplin 5M.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Ungkap Modus Invois Fiktif Rp850 Juta untuk Hakim PN Depok
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Update Gempa Pacitan, 15 Warga Bantul Luka dan 13 Bangunan Rusak
- Gempa Pacitan: Rumah dan Talut di Gunungkidul Rusak
- 34 Ribu Warga Sleman Nonaktif PBI JK, Bisa Ajukan Reaktivasi Bersyarat
- Revitalisasi Pasar di Bantul Ditunda, Anggaran untuk Pemeliharaan
- Bantul dan Jogja Terdampak Gempa, 40 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit
Advertisement
Advertisement



