Epidemiolog UGM Sebut PPKM Efektif Tekan Kasus Covid-19 di DIY

Ilustrasi. - Freepik
03 Oktober 2021 14:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) cukup efektif untuk menekan angka kasus penularan Covid-19 khususnya di wilayah Jawa, termasuk DIY meskipun DIY sedikit tertinggal dari daerah lain karena masih pada PPKM level 3.

Bayu mengatakan indikasi Covid-19 DIY menurun berdasarkan angka yang dilaporkan oleh Satgas Penanganan Covid-19, kemudian antrean pasien Covid-19 di rumah sakit juga landai, tidak segenting seperti sebelum-sebelumnya, kemudian yang meninggal juga menurun.

“Kemungkinan memang tren menurun terutama kasus berat dan sedang yang butuh perawatan rumah sakit, ini menunjukan tren bagus, walaupun penurunan tidak sebanyak itu, tapi apa pun itu ada penurunan,” kata Bayu, saat dihubungi Sabtu (2/10/2021).

BACA JUGA : Epidemiolog UGM Sarankan Sekolah Ditutup Sementara

Testing di DIY diakui Bayu juga cukup bagus meski ada yang bilang masih rendah, namun sudah melebihi angka yang disyaratkan WHO. Jika mengacu pada WHO sesuai dengan jumlah penduduk DIY sebanyak 3.882.288 jiwa, maka yang diperiksa melalui PCR minimal 555 jiwa per hari atau 3.882 diperiksa PCR per minggu. Sementara testing DIY harian ada di kisaran 5.000-7.000 per hari.

Positivity rate juga terus menurun. Per 1 Oktober lalu positivity rate di DIY 0,63%. Penambahan kasus baru pada hari yang sama 54 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  154.947kasus. Penambahan kasus positif tersebut berdasarkan pemeriksaan atau jumlah orang yang dites sebanyak 8.527 orang.

Bayu mengatakan diakui atau tidak penurunan kasus Covid-19 di DIY karena efek dari PPKM, “Itu efek PPKM walau DIY memang lebih telat dibanding daerah lain yang sudah level 2, paling tidak efek PPKM merata walau tidak maksimal, efeknya ada, kita enggak bisa bilang PPKM enggak berguna sama sekali,” ujar Bayu.

Bayu berharap penurunan kasus Covid-19 ini dijadikan bahan evaluasi 3T atau testing, tracing, dan treatment. Sebelumnya saat kasus tinggi, Pemda DIY belum bisa mengevaluasi 3T karena masih fokus pada penurunan kasus. saat ini kasus mulai stabil sehingga evaluasi 3T perlu dilakukan apakah sudah efektif atau belum.

Dia juga meminta Pemda DIY tidak langsung melonggarkan kegiatan masyarakat meski kasus melandai. Menurutnya, pembukaan aktivitas masyarakat seperti wisata dan pembelajaran tatap muka harus dilakukan secara bertahap sambil dievaluasi 2-3 pekan.

BACA JUGA : Kasus Covid-19 Menurun, Epidemiolog UGM Minta Masyarakat

“DIY sudah mulai uji coba wisata, mobilitas diperlonggar harapannya bertahap, misal tempat wisata uji coba dulu perlahan. Sekolah juga sama evaluasi dulu, misal mau PTM evaluasi dulu pelaksanaan kesehatannya,” ujar Bayu.

Selain itu edukasi protokol kesehatan juga harus terus dilakukan di tengah kasus Covid-19 melandai supaya tidak meningkat lagi, terutama edukasi 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Terlebih saat ini mendekati libur akhir tahun yang biasanya ada peningkatan kasus seperti akhir tahun sebelumnya meski tidak sebanyak saat libur Idulfitri.