Epidemiolog UGM Sarankan Sekolah Ditutup Sementara Jika Ditemukan Kasus Covid-19

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
25 September 2021 16:27 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama menuturkan jika penularan virus Covid-19 terjadi di satuan pendidikan, maka sekolah tersebut sebaiknya ditutup dulu sementara waktu untuk mencegah penularan virus. Yang lebih penting kemudian ialah melakukan investigasi menyeluruh.

"Terutama berkaitan dengan sumber penularannya dan ada atau tidak protokol kesehatan yang tidak berjalan. Sumber penularan ini penting untuk mengetahui masalahnya di sekolah atau di luar sekolah," tutur Bayu kepada Harianjogja.com, Jumat (24/9/2021) sore.

Dikabarkan sebelumnya, di beberapa daerah terdapat sekolah yang melaporkan sejumlah siswanya yang terinfeksi Covid-19 selama pembelajaran tatap muka. Terkait hal itu, Bayu beranggapan bahwa kebijakan pembelajaran tatap muka ini memang memiliki kelemahan yaitu tidak adanya evaluasi dari asesor terkait protokol kesehatannya.

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Waspadai Rekahan Tanah di Perbukitan Prambanan

"Kebanyakan asesornya bukan orang kesehatan atau orang yang mengerti hal itu. Jadinya serba standar saja yang dilakukan, seperti bikin wastafel, masker, jangan tukar alat makan, dan lain-lain," kata dia.

Menurutnya, pengawasan terhadap sekolah sebaiknya dilakukan oleh puskesmas terdekat dan dinas kesehatan setempat. Jika kurang sumber daya manusia, maka organisasi profesi seperti PAEI, IDI, dan lain-lain bisa turut diberdayakan.

"Ada yang lebih penting untuk dievaluasi yaitu jalan atau tidaknya protokol ketika ada yang sakit, pengawasan siswa di luar sekolah bekerja sama dengan orang tua, dan jalur komunikasi sekolah dengan dinas kesehatan," ungkapnya.