Asupan Gizi Seimbang Mampu Mencegah Persoalan Tumbuh Kembang Anak

Seminar Kesehatan memperingati Hari Kesehatan Nasional yang digelar Dinas Kesehatan Sleman di Hotel Grand Tjokro, Rabu (27/10/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
27 Oktober 2021 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menggelar Seminar Kesehatan di Hotel Grand Tjokro, Rabu (27/10/2021). Seminar yang digelar secara luring dan daring ini mengangkat tema Mewujudkan Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang Keluarga Guna Mendukung Tumbuh Kembang Anak.

Ketua Panitia Seminar, Tunggul Birawa mengatakan seminar ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh Dinkes setiap tahun. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, seminar digelar secara luring dan daring. "Ada tiga tema yang diangkat dengan sejumlah narasumber," katanya.

Selain mengangkat isu keamanan pangan dan gizi bagi generasi penerus, seminar juga membahas tumbuh kembang anak, misalnya apakah makanan yang diberikan kepada anak sudah aman dan gizinya sudah seimbang. Sebab, kata Tunggul, masalah tersebut erat kaitannya dengan masalah tumbuh kembang anak.

"Kami undang berbagai organisasi profesi dengan harapan mereka menyebarluaskan isu yang dibahas kepada masyarakat," kata Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman ini.

Ketua Panitia HKN ke-57 Dinkes Sleman, Esti Kurniasih mengatakan seminar merupakan kegiatan HKN yang digelar di Sleman. Kegiatan lainnya yang disiapkan yakni lomba senam kreasi germas dengan sasaran instansi dan masyarakat. "Ada bakti sosial dan olahraga yang melibatkan ASN dan masyarakat, dan puncak kegiatan Gebyar Husada pada November," katanya. Melalui seminar ini diharapkan turut mendukung tujuan pembangunan kesehatan sesuai tema Hari Kesehatan Nasional ke-57 yakni Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku. "Sehat itu tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Itu semua tergantung asupan yang masuk dalam tubuh. Ini terkait dengan keamanan pangan juga," kata Esti.

Menurutnya, pemenuhan pangan yang aman dan bermutu merupakan hak asasi setiap manusia. Untuk mewujudkannya perlu sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat serta konsumen.

Tantangan semakin bertambah di tengah pandemi Covid-19 yang menyebabkan konsumsi pangan di rumah tangga mengalami banyak pembatasan. Pada saat yang sama, anak sangat membutuhkan asupan gizi menjadi kurang terpantau akibat berhentinya sebagian besar posyandu dan keengganan untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Dari seminar ini diharapkan masyarakat bisa memantau tumbuh kembang anak. Hal ini diperlukan untuk menemukan adanya penyimpangan pertumbuhan (status gizi kurang atau buruk, anak pendek), penyimpangan perkembangan (terlambat bicara), dan penyimpangan mental emosional anak (gangguan konsentrasi dan hiperaktif).