SCORE Training Tingkatkan Produktivitas dan Awareness Perusahaan

Certified Global Trainer SCORE Trainer, Martha Sasongko, memberi pemaparan dalam SCORE Training di Restoran Sasanti, Kamis (28/10/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
29 Oktober 2021 05:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebagai upaya untuk memacu produktivitas, peningkatan kinerja, dan rasa memiliki para karyawan terhadap perusahaan, Karya Dua Perempuan bekerjasama dengan Kingdom Business Community (KBC) yang didukung oleh International Labour Organization (ILO), Swiss Confederation (SECO) dan Norad menggelar program (Sustaining Competitive & Responsible Enterprises (SCORE) Training.

Sebanyak 10 perusahaan dari wilayah DIY dan Jawa Tengah yang bergerak di berbagai bidang mengikuti program ini sejak 4 September lalu dan puncaknya mereka mempresentasikan hasil implementasi SCORE Training di perusahaan masing-masing pada Kamis (28/10/2021) di Restoran Sasanti, Kapanewon Mlati, Sleman.

Certified Global Trainer SCORE Trainer, Martha Sasongko, menjelaskan SCORE Training dilakukan dengan dua metode yaitu workshop atau pelatihan online sebanyak enam kali dengan berbagai modul sesuai standar internasional dan selanjutnya pendampingan atau coaching selama dua bulan yaitu September dan Oktober.

“Ke-10 perusahaan peserta SCORE Training ini kami pilih melalui tahapan seleksi tertentu sesuai standar ILO pada Agustus lalu. Dari sekitar 30 perusahaan yang berminat, maka terpilih 10 perusahaan yang memenuhi persyaratan tersebut,” ujarnya.

10 perusahaan yang mengikuti program ini terdiri dari delapan perusahaan di DIY dan dua perusahaan dari Jawa Tengah. Perusahaan peserta bergerak di berbagai bidang, ada yang di bidang kuliner, distribusi makanan, distributor sparepart mobil, toko bangunan, manufaktur dan lainnya.

Ia menuturkan SCORE Training bertujuan membuat perusahaan atau usaha mikro kecil menengah (UMKM) semakin kompetitif dengan cara memperbaiki mulai dari komunikasi dan kerja sama tim. Menurutnya, persoalan di dunia usaha saat ini berawal dari komunikasi yang kurang baik.

“Ada persoalan di K3 [keselamatan, kesehatan kerja], SDM [sumber daya manusia], itu kami gali kemudian menjadi modul pelatihan bentuknya training workshop. Selain memberikan materi, ada coach datang ke perusahaan melihat implementasinya,” katanya.

Dalam pelatihan ini, dibentuk pula tim Enterprise Improvement Team (EIT) yang terdiri dari karyawan perusahaan di berbagai level. Tim bertugas untuk membantu memberikan ide bagi perbaikan di perusahaan. Tim ini membuat rencana program yang kemudian akan dinilai bagaimana implementasinya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, poin K3 juga menjadi sorotan karena selama ini banyak perusahaan yang belum terlalu serius menerapkannya. Ia mencontohkan ada perusahaan yang memiliki apar namun tidak pernah dipakai, ternyata setelah dicek tidak berfungsi. “Dengan SCORE Training semakin tinggi awareness-nya,” kata dia.