Gebyar Pleret, Cara Dinkop-UKM DIY Tingkatkan Level UKM

Kepala Dinkop-UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi (kedua dari kiri) menjadi narasumber dalam salah satu program podcast di acara Gebyar Pleret (29/10 - 2021).Harian Jogja/Catur Dwi Janati
30 Oktober 2021 05:57 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Inisiasi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dilakukan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM) DIY melalui berbagai cara. Tidak terpaku hanya pada peningkatan kapasitas SDM dan kualitas produk, Dinkop-UKM DIY juga bersinergi dengan sejumlah OPD dalam mewadahi UKM, khususnya terkait dengan pemasaran. Salah satunya melalui kegiatan Gebyar Pleret.

Kepala Dinkop-UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan bahwa Gebyar Pleret menjadi salah satu kolaborasi berbagai elemen untuk saling melengkapi. "Kolaborasi menjadi hal penting, sekarang bukan daya saing tetapi daya saling, saling mengisi," kata dia di Taman Senja Ngelo, Pleret, Jumat (29/10/2021)

Dia mengatakan, Pleret memiliki potensi yang luar biasa dari aspek budaya, pariwisata, hingga wirausaha. "Maka kami bentuk menjadi satu Gebyar Pleret. Kami berkolaborasi dengan Paniradya Kaistimewan," ungkapnya.

"Kami dari sisi perencanaan, pelaksanaan maupun monitoring. Maka kami gelar event yang akan ditumbuhkan bersama, nanti akan kelihatan puzzle-puzzle yang harus diisi, kami urai. Sebetulnya masyarakat atau wilayah di sini apa sih yang harus ditangani bersama," ucap dia.

Melalui Gebyar Pleret, pihaknya bisa mengetahui apa saja aspek yang sudah jalan tanpa perlu intervensi dari dinas. "Tetapi mungkin ada yang belum bisa dijangkau masyarakat, kebijakan atau wilayah mereka, maka perlu peran kami. Sehingga kami gali di Gebyar Pleret ini," kata Siwi.

Naik Kelas

Sementara dari sisi wirausaha, Siwi dapat mengidentifikasi produk-produk UKM masyarakat berada di posisi mana. "Dari sisi legalitasnya, dari sisi kualitasnya. Legalitas dari usahanya sendiri, legalitas mereka sudah punya izin berusaha enggak. Karena menaikkan kelas mereka legalistasnya kan penting," ucap dia.

Itulah sebabnya, imbuh Siwi, Dinkop-UKM DIY akan mendorong pelaku UKM dari informal ke formal. Sehingga dinas akan melakukan pendampingan terkait dengan hal tersebut.

"Lalu produknya perlu legalitas enggak, kalau memang produknya ini, dalam arti mungkin lebih dari satu pekan ini kan harus PIRT. Tapi ada yang tidak perlu PIRT namun bagaimana mengolah produknya ini sesuai dengan standar," kata dia.

Selain itu, Siwi juga menyingung perihal hospitality. Menurutnya pelaku UKM juga harua paham bagaimana saat menangani klien, saat berdialog dan sebagainya.

Di sisi lain peran pihak ketiga juga dapat membantu pengembangan UKM seperti eksportir atau jasa kirim barang melalui Grab. "Ini kan mungkin kapasitas dari UKM ini perlu ada pemasaran. Tidak hanya di sini bisa ke luar daerah, maka perlu logistik," kata dia.

Dalam kegiatan Gebyar Pleret juga dilakukan penyerahan bantuan paket bahan pokok kepada 250 warga yang merupakan pelaku UKM. 

Gebyar Pleret juga dimeriahkan dengan sejumlah program podcast yang menghadirkan GKR Mangkubumi; Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi; Kadispar DIY Singgih Raharjo; dan berbagai narasumber lainnya. Selain podcast, kegiatan Gebyar Pleret juga dimeriahkan oleh parade tari-tarian dari masyarakat sekitar.

"Kami berharap melalui kegiatan ini akan menumbuhkan apa yang sudah menjadi cita-cita bersama," ucap dia.