Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Praktik kejam dan tak manusiawi diduga dilakukan oleh sipir penjara Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta kepada sejumlah narapidana.
Sejumlah mantan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, mendatangi kantor Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY, Senin (1/11/2021). Mereka mengadukan perlakuan tak manusiawi yang dilakukan oleh sipir lapas tersebut yang mereka dapatkan selama menjalani masa hukuman.
Salah satu mantan WBP, Vincentius Titih Gita Arupadhatu, laki-laki 35 tahun, menceritakan pemukulan oleh sipir kepada WBP terjadi hampir setiap hari, bahkan ketika WBP tidak melakukan kesalahan apa pun. “Pelakunya oknum petugas hampir semua. Kita kadang enggak melakukan kesalahan aja tetep dicari-cari kesalahannya,” ujarnya.
BACA JUGA: Diadang dan Dicelurit Rombongan Klithih di Sleman, 2 Pemuda Terluka
Ia pernah menyaksikan temannya sesama penghuni lapas pada suatu hari tidak memakai baju di dalam kamar tahanan. Oleh sipir hal ini dianggap kesalahan. WBP tersebut kemudian disuruh berguling-guling hingga 100 meter. Ketika WBP muntah setelah berguling, sipir meminta WBP itu untuk memakan muntahannya sendiri.
“Ada yang disuruh minum air kencing, air kencing petugas. Lebih parah lagi, begitu datang ada yang dari Polres atau Polda itu. Jadi ada timun isinya dibuang, lalu diisi sambel, terus disuruh onani di situ dan timunnya suruh makan,” ungkapnya.
Beberapa WBP kata dia, bahkan sampai mengalami lumpuh akibat menerima begitu banyak siksaan. Para sipir juga tidak memperhatikan kondisi kesehatan WBP. Ia menceritakan ada satu WBP yang memiliki penyakit pernapasan bawaan. WBP ini meninggal karena penyakitnya, yang diperparah oleh sipir yang sering telat memberi obat, tidak pernah dikeluarkan dari kamar tahanan dan tidak diperhatikan makanannya padahal WBP ini tidak bisa makan nasi.
“Ada namanya blok Edelweis itu blok karantina, itu kita nggak boleh beli makanan di kantin. Itu kalau makan nasi selalu muntah tapi nggak boleh dia makan beli roti atau apa. Jadi sampai dia meninggal, jatah nasinya di kamar masih full. Cuma di rumah sakit beberapa hari. Begitu dibalikin ke lapas selang dua hari langsung meninggal,” katanya.
Masih banyak lagi perlakuan tak manusiawi yang dilakukan oleh sipir, seperti ditelanjangi saat digeledah sambil disaksikan banyak petugas, dipukuli dengan selang dan kabel, diceburkan ke kolam ikan lele hingga luka-lukanya mengalami infeksi, tidak boleh menghubungi keluarga dan sebagainya. penyiksaan ini tidak saja diterima oleh satu-dua WBP, melainkan puluhan WBP.
Ketua ORI perwakilan DIY, Budhi Masthuri, mengatakan pengaduan mantan WBP terkait penyiksaan sipir ini bukan yang pertama. Dalam tiga bulan ini saja, ORI DIY sudah menerima tiga laporan. Satu laporan dari Kota Jogja, yakni Lapas Wirogunan dan yang kedua Lapas Perempuan di Gunungkidul.
“Intinya mereka merasa mengalami perlakukan kekerasan selama di dalam. Laporan pertama sudah kita investigasi, mewawancarai, orang lapas kami mintai keterangan di kantor dan sekarang lagi proses kesimpulan akhir,” katanya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY Gusti Ayu Putu Suwardani, mengaku tidak mengetahui adanya penyiksaan di dalam lapas.
Terkait kasus ini pihaknya baru akan mengkroscek kebenarannya baik ke lapas maupun ORI DIY. “Kalau ditanya boleh kekerasan atau tidak ya pasti tidak boleh lah gitu ya. Karena itu kan hak asasi manusia dan kami juga kementerian hukum dan HAM. Tapi kan kita akan lihat dulu sejauh mana,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.