Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) kembali terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, pada Minggu (31/10/2021) dini hari. Dalam aksi kekerasan jalanan tanpa motif yang jelas alias klithih tersebut, dua orang pemuda yang menjadi korban mengalami luka sayat.
Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Mateus Wiwit Kustiyadi, menuturkan korban luka adalah Muhammad Ridwan, laki-laki 19 tahun asal Sulawesi Tenggara. “Mengalami luka sayat di lengan kiri, akibat sabetan senjata tajam jenis celurit,” ujarnya, Senin (1/11/2021).
Adapun korban luka kedua yakni Dian Prima, laki-laki asal Bekasi, Jawa Barat, yang mengalami luka bacok di bagian punggung. Pasca kejadian, kedua korban tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapatkan perawatan.
Waktu kejadian, yakni Minggu (31/10/2021) sekira pukul 03.00 WIB, di Jalan Laksda Adisucipto, tepatnya di penggal jembatan sungai Gajah Wong, kedua korban sedang mengendarai motor berboncengan tiga bersama satu teman korban lainnya.
BACA JUGA: Belanja Kelompok Masyarakat Bawah Lebih Lambat Pulih akibat Pandemi
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), para korban ini diadang oleh rombongan yang berjumlah delapan orang. Dengan membawa celurit, salah seorang dari rombongan tersebut kemudian turun dari motornya dan menghampiri korban yang sudah berhenti.
Tanpa ada sebab yang jelas, orang yang menghampiri korban tersebut tiba-tiba menyabetkan celurit ke darah korban. Tak sempat menghindar, kedua korban terkena sabetan tersebut. Karena tak bisa kabur dengan motor, para korban pun lari meninggalkan motornya di TKP.
Hingga saat ini polisi masih memburu para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut. “Para korban saat ini sudah melaporkannya ke Polsek Depok Barat untuk pengusutan lebih lanjut. Semoga para pelaku dapat segera kami amankan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Bareskrim Polri menjelaskan Anton Timbang belum ditahan meski berstatus tersangka kasus tambang nikel ilegal. Berkas perkara kini telah P-21.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
BI mencatat transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar pada semester I 2026 dengan nilai Rp600,69 triliun dan tumbuh lebih dari 100 persen.
DPR mengingatkan tenaga kesehatan menjaga etika bermedia sosial setelah komentar terhadap pasien BPJS viral. Pelanggaran diminta ditindak sesuai atur
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.