Ganjil Genap Dinilai Berhasil Pecah Konsentrasi Wisatawan di Bantul

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo. - Harian Jogja/David Kurniawan
02 November 2021 18:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan aturan ganjil genap dalam pintu masuk destinasi wisata di nilai efektif untuk memecah konsentrasi kerumunan wisatawan. Di sisi lain, destinasi lain pun ikut memperoleh manfaat dengan masuknya wisatawan yang tidak sesuai dengan plat nomor kendaraan ke wilayahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo pada Selasa (2/11/2021) menyebutkan bila pelaksanaan aturan ganjil genap di kawasan wisata relatif efektif. Di Bantul sendiri kawasan Dlingo dan kawasan pantai blok timur yakni Parangtritis dan Depok berlaku ganjil genap sesuai tanggal.

Sedangkan di kawasan pantai blok timur, mulai dari Baros hingga Pantai Baru berlaku kebalikan yakni kendaraan berplat akhiran ganjil diperbolehkan masuk pada tanggal genap dan sebaliknya. Hal ini membuat kendaraan yang ditolak satu destinasi, tetap bisa ditampung destinasi lainnya karena menerapkan ganjil genap yang berkebalikan.

BACA JUGA: Benarkah Makan Telur Bikin Radang Sendi Makin Parah?

"Relatif ekfetif dalam perngertian karena apa, bagiian dari edukasi yakni untuk mengurai. Kita melihat di pekan sebelumnya, pengunjung blok barat tanggal 20 pengunjungnya 1900. Lalu kemarin sudah 2900, ada peningkatan 1000. Ini mungkin dia tahu kalau ke timur dia diitolak, akhirnya dia ke barat, salah satunya itu," jelasnya.

Menggandeng Dinas Perhubungan Bantul, Kwintarto menyebutkan bila beberapa kendaraan yang tidak aesuai aturan masih terpaksa diputarbalikan. "Mudah-mudahan ini menjadi informasi wisata agar bisa memperhatikan ketika akan datang ke pantai pantai selatan dan Dlingo yang jelas Parangtritis dan Dlingo sesuai tanggal, blok barat kebalikannya," tandasnya.

Meski berjalan relatif baik, Kwintarto berharap tidak terjadi klaster di lingkup pariwisata. Selain itu penerapan ganjil genap menurutnya terbukti berdampak meski tidak 100 persen. "Kalau sudah 100 persen belum, mungkin enggak nyampai 100 persen. Tapi kalau ditanya ada dampakya enggak, ada," tegasnya.

"Dan kalau itu memang terjadi, paling tidak bisa berbagi dengan blok barat. Kalau sementara idola tetap blok timur, tapi dengan adanya [ganjil genap] ini harapannya ada pembagian rezeki untuk blok barat," tukasnya.