Digitalisasi Wisata DIY untuk Pemulihan Ekonomi

Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) BPD DIY pada aplikasi Visiting Jogja dengan PT TWC diluncurkan di Rama Shinta Garden Resto, Rabu (3/11/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
03 November 2021 17:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, BPD DIY, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero), serta Bank Indonesia (BI) DIY menjalin sinergi dan digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) BPD DIY pada aplikasi Visiting Jogja dengan PT TWC diluncurkan di Rama Shinta Garden Resto, Rabu (3/11/2021). QRIS hadir untuk mempermudah transaksi keuangan masyarakat, hingga dapat mendorong perekonomian.

BACA JUGA: 2 Jembatan Dibangun di Maguwoharjo dan Kalitirto, Salah Satunya Jembatan Gantung

QRIS memungkinkan transaksi keuangan dilakukan tanpa uang tunai sehingga sangat sesuai untuk digunakan pada situasi pandemi. Sektor wisata menjadi salah satu sasaran digitalisasi ini. Visiting Jogja diharapkan dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk memesan dan membeli tiket destinasi wisata di DIY secara daring.

Wisatawan dapat mencari atau mengakses informasi mengenai destinasi wisata, jam buka masing-masing objek wisata, harga tiket dan lokasi destinasi. Dengan Visiting Jogja dan QRIS BPD DIY, wisatawan dapat memesan atau membeli tiket secara daring.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan selama pandemi Dinpar DIY bersama stakeholder terkait melakukan tiga hal; daptasi, inovasi, serta kolaborasi.

“Adaptasi dengan penyusunan SOP, inovasi dengan aplikasi Visiting Jogja, meminimalkan pembayaran tunai. Kemudian kolaborasi, ini juga sebagai wujud kolaborasi nyata, konkret,” ucap Singgih.

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengharapkan sinergi ini dapat mendukung pemulihan ekonomi. “Kolaborasi sinergi ini ending-nya untuk perekonomian DIY. Kami juga mendukung pendanaan masyarakat, karena sekarang ekonomi mulai berjalan lagi. Kemarin sempat terhenti, mungkin ada yang kendala modal. Kami siap membantu,” ujar Santoso.

Direktur Utama PT TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono menyambut baik sinergi ini dan siap mengimplementasikan digitalisasi ini. Menurutnya hal ini sangat dibutuhkan. “Saat wisata kena dampak Covid-19, pelaku usaha, regulator perlu melakukan upaya bersama. Upaya digitalisasi bagian penting transformasi bisnis,” ujar Edy.

Plt. Kepala BI DIY Miyono melihat sektor pariwisata dan turunannya memiliki andil yang besar dalam perekonomian di DIY. “Ini momen bagus pemulihan pariwisata dan ekonomi. QRIS untuk nasional sudah terlampaui 12 juta. Di Jogja QRIS sudah ada lebih dari 316.000 merchant, ini sudah melampaui dari target,” ucap Miyono.

Guna mendukung pengoperasian QRIS BPD DIY, merchant juga dibekali dengan aplikasi QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT) BPD DIY. Aplikasi tersebut memudahkan para merchant untuk memantau transaksi yang dilakukan melalui QRIS BPD DIY.

Paket premium Prambanan dijual pada sinergi tahap awal, Prambanan include meals dan Pruputan Prambanan. Selanjutnya, secara bertahap akan ada dengan paket-paket premium di destinasi TWC lainnya.