Dua Talut di Taman Gajahwong Longsor

Warga membersihkan sisa material talut yang longsor di wilayah Taman Gajahwong, Muja-muju, Kamis (4/11/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
04 November 2021 13:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Dua talut yang berada di kawasan Taman Gajahwong Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja dilaporkan longsor pada Rabu (3/11/2021) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi kemarin disinyalir menjadi penyebabnya.

Suyatno, 46, warga sekitar lokasi tersebut mengatakan, talud yang longsor itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Kondisi hujan cukup deras saat itu, namun debit air sungai disebutnya belum terlalu tinggi dan masih di kedalaman sekitar 3 meter.

Adapun, talut yang longsor pertama kali berada di sebelah selatan aliran sungai dengan ketinggian sekira 10 meter dan panjang 30 meter. Material bangunan berupa besi, semen dan tanah kemudian menutup aliran sungai.

"Karena aliran sungai tertutup, air jadi berbelok dan menggerus talut yang sebelah utara hingga ambrol pula," katanya.

Talut yang sebelah selatan merupakan kepunyaan pengembang swasta. Sementara yang di sebelah utara merupakan milik Kementerian PUPR yang ambrol dengan ketinggian lima meter dan panjang 30 meter.

Baca juga: Pemerintah Beberkan Waktu Pelaksanaan Vaksinasi Anak

Sebuah gazebo yang bediri di sempadan sungai juga ambruk terdampak longsoran talut. Kini kawasan itu telah dipasang garis pembatas guna mencegah longsoran talud meluas. Material yang menimbun aliran sungai juga tengah dibersihkan.

Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidyatat mengatakan, pihaknya mendapat laporan insiden talut ambrol tersebut sekitar pukul 19.00 WIB kemarin. "Karena hujan deras jadi tanah penahan yang bagian bawah kemungkinan tidak kuat," katanya.

Nur mengatakan, pihaknya menerjunkan satu regu TRC BPBD Kota Jogja yang dibantu oleh KTB Balerejo dan KTB Muja Muju untuk menindaklanjuti laporan itu. Saat ini Nur mengatakan upaya pembersihan material bangunan yang menutup aliran sungai tengah diupayakan.

"Penanganan di bawah BBWSO, infonya akan diturunkan alat berat untuk mempercepat pembersih sisa material yang menimbun dan menghambat aliran sungai," katanya.