UGM Temukan Residu PVC di Lokasi Api Misterius Seyegan
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Foto ilustrasi. Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda Sleman, Sabtu (8/3/2025)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sleman pada awal pekan ini memicu serangkaian gangguan lingkungan, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga. Hujan yang disertai angin kencang membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa aparat kebencanaan bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan hujan lebat yang disertai angin kencang pada Senin (12/1/2026) malam mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di berbagai wilayah.
“Hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang,” kata Bambang, Senin (12/1/2026) malam.
Berdasarkan pendataan sementara, dampak hujan dan angin tersebut tersebar di 11 kapanewon. Sedikitnya tercatat 28 pohon tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut.
Selain itu, terdapat 12 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Lima jaringan listrik juga terdampak, menyebabkan gangguan distribusi listrik di beberapa titik.
“Satu sepeda motor dan satu mobil ikut terdampak. Untuk korban jiwa nihil,” ujar Bambang.
Di Kapanewon Depok, pohon tumbang menimpa kabel listrik dan badan jalan. Masih di wilayah yang sama, pohon waru berdiameter sekitar 35 sentimeter patah dan menimpa sebuah sepeda motor PCX. Sementara di Tirtoadi, Kapanewon Mlati, sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga.
BPBD Kabupaten Sleman telah melakukan asesmen terhadap seluruh lokasi terdampak. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemotongan pohon, membuka akses jalan, serta mendistribusikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan perjalanan sejak pagi hingga malam.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.