Soal Klaster Takziah di Bantul Meluas, Ini Jawaban Sultan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 November 2021 15:57 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengaku masih akan melihat angka kenaikan pasien positif Covid-19 dalam dua hari terakhir sebelum mengambil kebijakan terkait dengan munculnya klaster takziah di Sedayu, Bantul.

Sebab, sampai saat ini Sultan mengaku belum mengetahui jika ada klaster di Bantul.

"Dua hari ini harus kita lihat dulu. Dalam arti kecenderungan turun atau tidak? Saya enggak tahu apakah ada klaster atau tidak di Bantul? Kalau memang ada klaster itu kenapa? Jika dua hari ini naik terus ya saya cut," kata Sultan, Jumat (5/11/2021).

Artinya, lanjut Sultan, harus ada penanganan. Sebab, jika ada kecenderungan angka mengalami kenaikan berarti ada penularan. Jika ada klaster dan cepat ditangani, dinilai Sultan tidak akan langsung menular.

"Kita kan ngak tahu persis ini akibat klaster atau karena jogja penuh? sehingga ada yang merah. Kita kan ngak bisa ngukur itu," jelas Sultan.

BACA JUGA: Bukannya Sedih Mobilnya Hanyut Terkena Banjir, Pria Ini Malah Santai dan Tebar Senyum

Sultan berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, saat ini masih pandemi Covid-19.

"Ya, hati-hati, bahwa Corona belum selesai. Nyatanya kan tiap hari ada OTG baru," ucap Sultan.

Sementara data di Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul, hingga Kamis (4/11/2021), tercatat akibat keberadaan klaster takziah Sedayu terus meluas. Jumlah pasien Covid-19 di Kapanewon Sedayu menjadi 28, di Kapanewon Kasihan 9, Kapanewon Pajangan 6, Kapanewon Srandakan 2, Kapanewon Bambanglipuro 1 dan Kapanewon Sewon 1.

Wakil Bupati Bantul yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul, Joko Purnomo mengatakan, tidak hanya di Bantul, klaster takziah juga meluas ke beberapa kabupaten di DIY.

"Sleman jadi 53 kasus, Kabupaten Kulon Progo 4 kasus dan Kabupaten Gunungkidul 1 kasus," katanya.