Mahasiswa Temukan Desain Dasboard untuk Mengontrol Pemasok Barang

Pemaparan hasil penelitian terkait dashboard yang efektif untuk mengontrol pemaosk barang. - Ist/uii.
07 November 2021 09:47 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah usaha retail harus berorientasi pada kepuasan konsumen. Sehingga evaluasi dan pemantauan terhadap barang dari pemasok perlu dilakukan secara rutin. Agar barang yang dijual sesuai dengan keinginan konsumen.

Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Aletia Nurul Aisyah membuat desain dashboard yang efektif untuk mengontrol pemasok barang. Desain ini dikembangkan dengan pendekatan Key Risk Indicator (KRI) yang merupakan indikator pemberitahuan dini apabila terjadi suatu perubahan dari risiko kondisi barang.

BACA JUGA : Bisnis Ritel di Jogja Diklaim Masih Moncer

“Dashboard memungkinkan pengguna untuk menganalisis akar penyebab masalah dengan menjelajahi informasi yang relevan dan tepat waktu dari berbagai perspektif dengan detail. Sistem kinerja dashboard dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber yang diperlukan, dimana perusahaan dapat mengelola data dan menyajikan dalam bentuk laporan informasi yang berkualitas,” katanya dalam rilisnya Sabtu (6/11/2021).

Penyusunan dashboard menggunakan pendekatan ini ditampilkan pada indikator dengan disesuaikan dengan penilaian kinerja pemasok. Desain buatannya dapat membantu perusahaan untuk mengontrol pemasoknya dengan beberapa indikator yang dirasa penting oleh perusahaan.

 ”Tujuan dari penyajian data berupa dashboard menggunakan pendekatan KRI akan membantu perusahaan dalam melakukan pemberitahuan dini untuk mengetahui permasalahan pemasoknya diawal proses. Sehingga dapat diambil tindakan untuk mengatasi risiko yang akan terjadi pada kinerja pemasok dalam melakukan pasokan barang ke perusahaan,” ujarnya.

Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo menambahkan dengan desain dashboard tersebit memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan konsumen merasa puas apabila mereka dapat menemukan barang yang diinginkan. Selain itu perusahaan ritel harus memiliki pemasok yang akan menyediakan permintaannya untuk membantu menyediakan kebutuhan konsumen.

 ”Pentingnya dilakukan evaluasi pemasok untuk membantu perusahaan dalam memilih pemasok yang tepat dengan harga yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat dengan kualitas yang tepat,” katanya.

BACA JUGA : Aprindo Sebut Bisnis Ritel Kembali Tersendat

Dosen Pembimbing Taufiq Immawan menyatakan dari hasil penelitian secara langsung ditemukan persoalan pemasokan barang semen, pipa, kayu dan batu bata terkait dengan ketepatan jumlah pengiriman barang, ketepatan waktu hingga kualitas. Sehingga dapat diusulkan desain dashboard yang sesuai untuk perusahaan tersebut.

“Dengan temuan ini perusahaan dapat mengetahui risiko secepat mungkin dan dapat melakukan koordinasi dengan spemasok agar tidak terlalu lama menghambat kinerja pasokan barang ke konsumen,” katanya.