Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 6 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Pemaparan hasil penelitian terkait dashboard yang efektif untuk mengontrol pemaosk barang. /Ist-uii.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah usaha retail harus berorientasi pada kepuasan konsumen. Sehingga evaluasi dan pemantauan terhadap barang dari pemasok perlu dilakukan secara rutin. Agar barang yang dijual sesuai dengan keinginan konsumen.
Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Aletia Nurul Aisyah membuat desain dashboard yang efektif untuk mengontrol pemasok barang. Desain ini dikembangkan dengan pendekatan Key Risk Indicator (KRI) yang merupakan indikator pemberitahuan dini apabila terjadi suatu perubahan dari risiko kondisi barang.
BACA JUGA : Bisnis Ritel di Jogja Diklaim Masih Moncer
“Dashboard memungkinkan pengguna untuk menganalisis akar penyebab masalah dengan menjelajahi informasi yang relevan dan tepat waktu dari berbagai perspektif dengan detail. Sistem kinerja dashboard dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber yang diperlukan, dimana perusahaan dapat mengelola data dan menyajikan dalam bentuk laporan informasi yang berkualitas,” katanya dalam rilisnya Sabtu (6/11/2021).
Penyusunan dashboard menggunakan pendekatan ini ditampilkan pada indikator dengan disesuaikan dengan penilaian kinerja pemasok. Desain buatannya dapat membantu perusahaan untuk mengontrol pemasoknya dengan beberapa indikator yang dirasa penting oleh perusahaan.
”Tujuan dari penyajian data berupa dashboard menggunakan pendekatan KRI akan membantu perusahaan dalam melakukan pemberitahuan dini untuk mengetahui permasalahan pemasoknya diawal proses. Sehingga dapat diambil tindakan untuk mengatasi risiko yang akan terjadi pada kinerja pemasok dalam melakukan pasokan barang ke perusahaan,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo menambahkan dengan desain dashboard tersebit memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan konsumen merasa puas apabila mereka dapat menemukan barang yang diinginkan. Selain itu perusahaan ritel harus memiliki pemasok yang akan menyediakan permintaannya untuk membantu menyediakan kebutuhan konsumen.
”Pentingnya dilakukan evaluasi pemasok untuk membantu perusahaan dalam memilih pemasok yang tepat dengan harga yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat dengan kualitas yang tepat,” katanya.
BACA JUGA : Aprindo Sebut Bisnis Ritel Kembali Tersendat
Dosen Pembimbing Taufiq Immawan menyatakan dari hasil penelitian secara langsung ditemukan persoalan pemasokan barang semen, pipa, kayu dan batu bata terkait dengan ketepatan jumlah pengiriman barang, ketepatan waktu hingga kualitas. Sehingga dapat diusulkan desain dashboard yang sesuai untuk perusahaan tersebut.
“Dengan temuan ini perusahaan dapat mengetahui risiko secepat mungkin dan dapat melakukan koordinasi dengan spemasok agar tidak terlalu lama menghambat kinerja pasokan barang ke konsumen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Polri menangkap Erick Soedjasa, buronan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam jabatan PT Asli RI, di Bandara Juanda.
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.
Rudal Iran disebut makin canggih dengan teknologi pencari target. Kemampuan ini meningkatkan ancaman terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.