Antisipasi Lonjakan Kasus saat Nataru, Kulonprogo Tambah Bed di Rumah Sakit

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 saat persiapan Shelter Isolasi COVID-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (14/7/2021). / ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
07 November 2021 16:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo memastikan layanan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Kulonprogo baik di rumah sakit milik Pemkab Kulonprogo maupun swasta tetap difungsikan. Meskipun, kasus positif Covid-19 harian di Kulonprogo turun signifikan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan pembukaan layanan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang dan sejumlah rumah sakit swasta di Kulonprogo sebagai langkah antisipasi euforia masyarakat menyambut libur natal dan tahun baru.

"Kita terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di kemudian hari. Sebab, kita masih mengkhawatirkan situasi sampai dengan awal tahun 2022. Akhirnya, kami memutuskan tempat tidur bagian pasien positif Covid-19 yang sebelumnya sudah ada sementara ini belum dialihkan. Kami bahkan menambah 30 tempat tidur di RSUD Wates," terang Baning pada Minggu (7/11/2021).

Merujuk pada data yang dimiliki oleh gugus tugas setempat, total kapasitas tempat tidur Covid-19 di Kulonprogo sebanyak 111 tempat tidur. Angka tersebut berasal dari kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUD Wates sebanyak 72 tempat tidur. RSUD Nyi Ageng Serang sebanyak 39 tempat tidur. Terakhir, di RS swasta sebanyak 37.

Dikatakan Baning, penambahan kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RS rujukan penanganan Covid-19 berimbas kepada penonaktifan sementara fungsi dari gedung isolasi terpusat Rusun Giripeni. Namun, fasilitas layanan kepada pasien positif Covid-19 yang ada di gedung isolasi terpusat tetap bisa difungsikan sewaktu-waktu.

"Jadi, sewaktu-waktu diperlukan, gedung isolasi terpusat di Rusun Giripeni bisa digunakan kembali. Petugas yang sebelumnya ditempatkan di gedung isolasi juga bisa bertugas kembali. Mereka (petugas) stand by ya," ungkap Baning.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan euforia masyarakat seiring dengan menurunnya level PPKM berjenjang menjadi perhatian serius dari Pemkab Kulonprogo. Euforia masyarakat yang berlebihan dikhawatirkan berdampak kepada potensi penularan Covid-19.

"Dalam keadaan yang sudah landai saja masih terjadi klaster penularan Covid-19 dari sebuah acara masyarakat di kabupaten Bantul. Sejumlah warga di kabupaten lainnya ikut masuk dalam klaster penularan Covid-19 tersebut. Masyarakat di Kulonprogo kami imbau agar lebih waspada," kaya Fajar.