Pecah Tawuran 2 Geng Pelajar di Bantul, 1 Orang Tewas Terkena Sajam

Para tersangka dan barang bukti senjata tajam yang diamankan polisi dari tawuran dua geng pelajar di Bantul - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
08 November 2021 15:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul menangkap 11 pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Ringroad Selatan, Dusun Plurungan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Dalam tawuran dua geng pelajar tersebut satu orang meninggal dunia terkena sabetan senjata tajam, sementara satu orang lainnya mengalami luka serius dan masih dalam proses perawatan medis.

“Kedua korban menderita luka bacokan luka di dada. Korban yang satu dalam perjalanannya setelah dirawat 10 hari meninggal dunia. Yang satunya dalam menjalani perawatan sampai sekarang,” kata Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (8/11/2021).

Kedua korban berasal dari salah satu sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kapanewon Sewon, Bantul, yakni berinisial MKA, 18, warga Sewon, Bantul. Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 hari karena luka sabetan senjata tajam di bagian dada dan punggung. Sementara satu korban lainnya adalah RAW, 17, pelajar, warga Banguntapan, Bantul, luka bagian dada dan bahu.

BACA JUGA: Australia Bakar 3 Kapal Nelayan Ilegal Indonesia

Kapolres mengatakan bentrokan tersebut melibatkan geng Stepiro (Serdadu Tempur Piri Revolution) dari Jogja dengan geng Sase (Satu Sewon) Bantul. Keduanya telah janjian untuk melakukan bentrokan di Ringroad Kasihan Bantul, tepatnya di barat simpang empat PUJA di mana di daerah tersebut memang daerah rawan karena sering digunakan untuk tawuran.

“Mereka tantang menantang melalui media sosial,” ujar Ihsan.

Kejadian tersebut bermula bermula pada pada 28 September 2021 korban MKA bersama teman-temannya yang tergabung dalam geng Sase Bantul ngobrol di warung angkringan di sekitar Stadion Sultan Agung. Saat itu mereka membicarakan rencana tawuran melawan geng Stepiro Jogja yang akan dilakukan pada Rabu, 29 September 2021 dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB di Ringroad Selatan Bantul.

Kemudian sekitar pukul 02.00 WIB geng Sase yang berjumlah 14 orang dan geng Stepiro yang berjumlah 20 orang bertemu di Ringroad Selatan atau barat simpang empat PUJA Kasihan dengan mengendarai sepeda motor berboncengan dan masing-masing membawa senjata tajam. Terjadilah tawuran yang mengakibatkan korban MKA dan RAW dari geng Sase mengalami luka berat. “Dua korban dua-duanya dari kelompok Sase,” ujar Ihsan.

Polisi yang mendapat laporan dari pihak korban kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan terungkap para tersangka tawuran tersebut. Sebanyak 11 orang semuanya dari geng Stepiro ditangkap di rumahnya masing-masing. Mayoritas mereka berasal dari kelas 3 dan kelas 2 yakni IS, 18; NWSU, 18; dan MNH, 18; MFR, 19; keempatnya berperan menjadi fighter atau eksekutor.

Kemudian MYEP, 18; WKR, 18; ATK, 18; RFS, 18; keempatnya berperan sebagai joki motor. Selanjutnya ada tiga anak yang masih di bawah umur yakni JA, 16; CA, 16; dan ZFN, 17; ketiganya berperan sebagai joki motor, “Jadi pada saat mereka tawuran ada sebagai joki membawa motor dan ada fighter-nya membawa senjata tajam. Modelnya tawurannya saling berhadapan bawa motor,” papar Ihsan.

Meski korban masih pelajar, polisi tetap memproses kasus tersebut dengan pasal tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun sesuai Pasal 170 ayat 2 KUHP juncto Pasal 358 KUHP. Sementara pelaku yang masih dibawah umur tetap diproses dengan Pasal yang sama namun mengacu pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Semua kita Prose,” tegas Kapolres.