25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul belum berencana untuk menggunakan aplikasi Sugeng Rawuh seperti yang digunakan Pemkot Jogja di kawasan wisata. Untuk pengendali protokol kesehatan di area wisata lebih mengedepankan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja. Pengawasan prokes terus diperketat karena masih banyaknya wisatawan yang ngeyel.
“Sudah ada aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja, ini yang kami dorong untuk digunakan di area wisata,” katanya, Minggu (7/11/202).
Menurut dia, penggunaan aplikasi ini sudah sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri maupun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk kedua aplikasi, Hary mengklaim dibuat sebagai instrumen pengendali protokol kesehatan. Menu-menu di aplikasi didesain untuk aktivitas masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19.
Selain itu, ada juga upaya peningkatan pengawasan setiap libur akhir pekan. Yakni, dengan menambah petugas yang berasal dari lintas sektor mulai dari SAR Satlinmas, kepolisian, TNI hingga petugas dari lingkup Pemkab Gunungkidul.
“Mudah-mudahan wisatawan bisa patuh terhadap protokol kesehatan sehingga destinasi wisata tidak menjadi sumber penyebaran virus,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kawasan wisata dari Poktunggal hingga Baron ramai dikunjungi wisatawan. Untuk kondisi masih aman dan terkendali karena hingga Minggu siang tidak ada laporan kecelakaan laut.
Meski demikian, dia tidak menampik untuk penerapan protokol kesehatan masih ada yang ngeyel, salah satunye mencopot masker saat di pantai. Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, anggota SAR terus melakukan imbauan melalui pengeras suara agar wisatawan mematuhi protokol kesehetan.
“Terus kami imbau secara berkala, tapi memang di lapangan tetap saja ada wisatwan yang ngeyel,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.