Advertisement

Masih Ada Wisatawan Ngeyel Lepas Masker

David Kurniawan
Senin, 08 November 2021 - 11:17 WIB
Sunartono
Masih Ada Wisatawan Ngeyel Lepas Masker Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul belum berencana untuk menggunakan aplikasi Sugeng Rawuh seperti yang digunakan Pemkot Jogja di kawasan wisata. Untuk pengendali protokol kesehatan di area wisata lebih mengedepankan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja. Pengawasan prokes terus diperketat karena masih banyaknya wisatawan yang ngeyel.

“Sudah ada aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja, ini yang kami dorong untuk digunakan di area wisata,” katanya, Minggu (7/11/202).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut dia, penggunaan aplikasi ini sudah sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri maupun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk kedua aplikasi, Hary mengklaim dibuat sebagai instrumen pengendali protokol kesehatan. Menu-menu di aplikasi didesain untuk aktivitas masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19.

Selain itu, ada juga upaya peningkatan pengawasan setiap libur akhir pekan. Yakni, dengan menambah petugas yang berasal dari lintas sektor mulai dari SAR Satlinmas, kepolisian, TNI hingga petugas dari lingkup Pemkab Gunungkidul.

“Mudah-mudahan wisatawan bisa patuh terhadap protokol kesehatan sehingga destinasi wisata tidak menjadi sumber penyebaran virus,” katanya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kawasan wisata dari Poktunggal hingga Baron ramai dikunjungi wisatawan. Untuk kondisi masih aman dan terkendali karena hingga Minggu siang tidak ada laporan kecelakaan laut.

Meski demikian, dia tidak menampik untuk penerapan protokol kesehatan masih ada yang ngeyel, salah satunye mencopot masker saat di pantai. Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, anggota SAR terus melakukan imbauan melalui pengeras suara agar wisatawan mematuhi protokol kesehetan.

“Terus kami imbau secara berkala, tapi memang di lapangan tetap saja ada wisatwan yang ngeyel,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Petinggi Golkar Curiga Ada Pihak Ingin Amandemen UUD 1945

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement