Tingkatkan Daya Imun, Para Lansia Lakukan Relaksasi

Para lansia saat melakukan relaksasi penguatan imun di aula Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha, Kasongan, Bantul, Selasa (9/11/2021) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
10 November 2021 11:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Puluhan lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Kasongan, Bantul, melakukan relaksasi dan hiburan untuk meningkatkan daya imun agar dapat mencegah terpaparnya dari Covid-19.

Berbagai upaya untuk meningkatkan daya imun ini bukan tanpa alasan karena lansia merupakan kelompok yang paling rentan terpapar virus Corona. Bahkan di BPSTW Kasongan, Bantul, selama pandemi Covid-19 sudah ada sembilan orang yang terpapar, dan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala BPSTW, Sri Harjanta mengatakan, para lansia yang sempat terpapar Covid-19 itu awalnya tertular dari pegawai yang memberikan pelayanan sosial seperti memandikan atau membantu melayani berbagai kebutuhan sehari-hari para penghuni BPSTW.

“Setelah ada yang terpapar langsung dilakukan karantina di ruang khusus,” kata dia seusai menggelar Relaksasi Indonsesia Sehat bersama Founder In Leaf dan Fortais di aula BPSTW, Selasa (9/11/2021).

Sri Harjanta mengatakan ada enam ruang khusus karantina bagi penghuni BPSTW yang terpapar Covid-19, yakni memanfaatkan rumah dinas BPSTW dan ruang fisioterapi. Di Ruang isolasi, pasien mendapatkan perawatan khusus dari tim medis. Namun saat ini semua pasien Covid-19, kata dia, sudah sembuh dan tidak ada yang dikarantina.

Akan tetapi upaya untuk meningkatkan daya imun para lansia terus dilakukan dengan berbagai cara di antaranya kegiatan olahraga, pemberian makanan tambahan bergizi, buah, vitamin, madu, dan kegiatan kerajinan seperti membatik, menjahit, dan pelatihan perawatan kulit. Kegiatan tersebut dilakukan oleh petugas BPSTW sendiri dan ada juga dari pihak swasta yang ingin menggelar bakti sosial di balai panti jompo tersebut, termasuk yang dilakukan In Leaf dan Fortais.

“Saya mengapresiasi ada kegiatan relaksasi ini. Apa yang diserahkan In Leaf sangat membantu menjaga ketahanan imun para embah-embah,” ujar Sri Harjanta.

Founder In Leaf, Giri Sasongko mengatakan relaksasi yang dilakukan berupa terapi minyak in leaf pada masker kemudian dihirup lewat mulut dan hidung. Relaksasi tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari kontak langsung, yakni dengan mempersiapkan produk in life dengan bahan utama eucalyptus globulus dan masker KN95 dan sejenisnya.

“Kemudian produk In Leaf diteteskan essensial oil tersebut ke masker bagian ujung depan masker. Setelah diteteskan, masker digunakan dan bernafas dengan normal hingga manfaat in leaf bisa dirasakan,” kata Giri.

Menurut dia, hal tersebut merupakan langkah dan tindakan preventif dalam menangkal virus corona di masa pandemi ini. Masing-masing lansia di BPSTW juga mendapatkan produk tersebut secara gratis untuk digunakan sehari-hari. Karena selain menggunakan metode lewat masker, kata Giri, produk tersebut juga bisa ditetskan lewat telapak tangan kemudian dihirup berulang hingga terasa manfaatnya.

Ketua Fortais Indonesia Ryan Budi Nuryanto menambahkan sebelum relaksasi, perwakilan lansia juga bernyanyi lagu-lagu kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk para pahlawan yang gugur membela NKRI. Ryan juga menganggap para penghuni panti jompo adalah pahlawan keluarga.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan imun para pahlawan keluarga menjadi sehat bugar sehingga bisa merasakan kembali hidup yang lebih berkualitas sekaligus meringankan beberapa problem kesehatan yang menyertai di usia lanjut,” kata Ryan.