Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Para tersangka kasus pembobolan kartu kredit AP dan MA, BD, IR, AS, IW, SW, YN, dan VW. Saat gelar kasus di Mapolda DIY, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (10/11/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com. SLEMAN—Sembilan orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak kejahatan yang dinamakan telecom fraud. Para pelaku menelepon korban dengan mengaku sebagai customer service (CS) penerbit kartu kredit untuk meminta sejumlah data kartu kredit korban dan menggunakannya untuk transaksi.
Sembilan tersangka meliputi AP dan MA, sepasang suami istri yang menjadi otak kejahatan; DB sebagai pengawas CS yang meminta kode one time password (OTP) kepada korban; IR sebagai pembuat laporan keuangan; AS, IW, SW, YN dan WV sebagai CS yang menawarkan promo kartu kredit kepada korban.
BACA JUGA: Pemkot Dapat Hibah Tanah dari KPK, Ini yang Akan Dilakukan
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY AKBP Roberto Gomgom Manorang Pasaribu menjelaskan modus para pelaku adalah menelepon korban dengan mengaku dari pihak penerbit kartu kredit yang mengadakan promo, kemudian meminta sejumlah data kartu kredit korban.
“Pelaku memandu korban untuk melakukan aktivasi kartu kredit secara online sehingga pelaku mendapatkan data berupa nomor kartu, nomor CVC/CVV, limit kartu, tanggal kedaluwarsa dan kode OTP,” ujarnya, Rabu (10/11/2021).
Setelah mendapatkan data, komplotan ini bisa menggunakan kartu kredit korban untuk bertransaksi. Di DIY, korban dari komplotan ini ada tiga orang, sementara di luar DIY ada 20 orang korban. Padahal, komplotan ini baru beroperasi kurang dari setahun.
Polisi mengidentifikasi para pelaku setelah bekerja sama dengan Telkom Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk melacak lokasi dari nomor yang digunakan para pelaku untuk menelepon korban. Pada 29 September, polisi menemukan titik keberadaan para pelaku, yakni di Jakarta Selatan.
Polisi mendapati salah satu telepon memiliki nomor yang digunakan untuk menelepon salah satu korban di Jogja, yakni Susilo. Sejumlah barang bukti yang disita meliputi 15 ponsel, 13 pesawat telepon rumah, 12 buku catatan keuangan, uang Rp295 juta dan satu mobil Mitsubishi Pajero.
Koordinator Wilayah Asosiasi Kartu Kredit Indonesia Jakarta Dohar Situmorang mengatakan penerbit kartu kredit tidak pernah menghubungi customer untuk meminta data. “Tidak pernah meminta dengan alasan apapun. Jangan mudah percaya meski mereka mengaku dari institusi resmi di Indonesia,” ujarnya.
Dohar menyarankan kepada pengguna kartu kredit jika nomor ponsel yang terdaftar di kartu kredit sudah tidak digunakan untuk segera mengganti nomor. Nomor ponsel yang sudah tidak aktif, kata dia, bisa digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih kode OTP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Inter Milan menjamu Shakhtar Donetsk di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, kondisi Lautaro Martinez, dan peluang kedua tim.
Bayern Muenchen menjamu Arsenal di Liga Champions. Kimmich dan Olise absen, sedangkan kondisi Kompany dan Neuer menjadi perhatian.
Aston Villa menjamu Viking FK pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Simak jadwal, performa kedua tim, dan kabar skuad.
Malaysia melarang aparatur pemerintah memakai Waze saat bertugas karena kekhawatiran keamanan data. Anwar Ibrahim menyarankan aplikasi lokal TuJu.
Jorge Martinez Aspar menilai Marc Marquez kini lebih berhitung mengambil risiko setelah cedera serius di Jerez pada 2020.