Bus Terguling di Simpang Empat Demak Ijo

Bus Maju Lancar dievakuasi petugas pasca kecelakaan di simpang empat Demak Ijo, Kamis (11 - 11). Harian Jogja/Lugad Subarkah.
11 November 2021 12:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, GAMPING-Kecelakaan bus terjadi di simpang empat Demak Ijo, Kapanewon Gamping, Kamis (11/11) pagi. Bus yang bermuatan 19 orang itu terguling setelah mengerem mendadak dalam kondisi jalanan yang basah akibat hujan. Satu pejalan kaki turut menjadi korban luka atas kejadian ini.

Kanit Laka Lantas Polres Sleman, Iptu Galan Adi Darmawan, menjelaskan  kejadian berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB di jalan Siliwangi, tepatnya simpang empat Demak Ijo, Dusun Ngabean, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping.

BACA JUGA: Hujan Guyur DIY Lebih dari 24 Jam, Ini Daftar Bencana yang Ditimbulkan

Kecelakaan ini bermula ketika Bus Maju Lancar dengan nomor polisi AB 7682 CD itu melaju dari arah selatan menuju utara di jalur cepat sebelah kanan. “Ketika mendekati simpang empat Demak Ijo,  lampu traffic light menyala merah,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

Dalam posisi melaju cukup kencang, bus tersebut bermaksud mengurangi kecepatan dengan mengerem maksimal. Namun karena cuaca hujan deras dan jalanan licin, ban bus  bagian belakang selip ke arah kiri dan bus pun terguling ke kanan.

Ketika terguling, bus mengenai satu pejalan kaki yakni penjual koran yang berdiri di trotoar jalan. Kemudian bus juga menabrak rambu lalu lintas dan tiang lampu traffic light. Bus ini terus terguling hingga terhenti di tengah simpang empat Demak Ijo.

Iptu Galan menjelaskan di dalam bus tersebut terdapat total 19 orang, yang terdiri dari 16 penumpang, satu sopir, satu kernet dan satu kondektur. Dari jumlah tersebut, sebanyak tiga penumpang mengalami luka ringan dan satu penumpang alami cedera kepala berat.
Penumpang dengan cedera kepala berat tersebut Bernama Ponimin, 63, warga Purworejo, Jawa Tengah. Sementara penjual koran Bernama Sardiono, 34, warga Magelang, Jawa Tengah.

“Penjual koran mengalami luka kepala robek, tangan kiri lecet, bahu kiri patah, rawat rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping,” ujarnya.

Adapun sopir bus bernama Rasikun, 51, warga Magelang, Jawa Tengah, tidak mengalami luka. Ia bersama sejumlah saksi lainnya tengah diperiksa polisi untuk pendalaman kejadian ini. Kondisi bus pasca kejadian rusak pada body kanan kiri lecet penyok, kaca depan, kaca samping kiri dan kanan pecah. Bus telah dievakuasi pukul 09.00 WIB.