Rupiah Melemah ke Rp17.903, Ini Pemicu Tekanan Global
Rupiah melemah 21 poin ke Rp17.903 per dolar AS. Konflik Timur Tengah, dolar AS, The Fed, dan data domestik jadi sorotan
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Reni Kraningtyas, menjelaskan wilayah Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul terdampak hujan lebat pada Kamis dan Jumat (11-12/11/2021).
“Sejumlah dampak diantaranya jalanan basah, licin atau jarak pandang berkurang, terjadi longsor atau guguran bebatuan dalam skala kecil, terjadi genangan air di daerah pesisir atau dataran rendah dalam skala kecil, terjadi aliran puing, lahar atau lumpur dalam skala kecil, banjir menggenangi sebagian jalanan dan pemukiman,” ujarnya, Kamis (11/11/2021).
Kondisi cuaca dalam sepekan kedepan, pada 12-18 November akan didominasi dengan potensi hujan berintensitas lebat. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai petir dan hujan es, serta dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
“Tetap tenang dan waspada, bertukar informasi dengan tetangga sekitar rumah, berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, memperbarui informasi melalui media massa maupun media sosial, mencari informasi melalui pihak-pihak terkait kebencanaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah 21 poin ke Rp17.903 per dolar AS. Konflik Timur Tengah, dolar AS, The Fed, dan data domestik jadi sorotan
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.