Jumlah Warga Terpapar Corona dari Klaster Takziah & Tahu di Sleman Terus Bertambah

Ilustrasi. - Freepik
12 November 2021 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus menelusuri (tracing) seluruh kontak erat (KE) pasien Covid-19 baik dari Klaster Takziah Sedayu Bantul maupun Klaster Tahu Somodaran, Banyuraden, Gamping. Hasilnya terdapat penambahan jumlah kasus untuk kedua klaster tersebut.

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan tracing dilakukan untuk menyisir seluruh KE dari kedua klaster tersebut. Ada ratusan orang yang menjadi sasaran. Hasilnya, untuk klaster Takziah Sedayu ditemukan sebanyak 11 orang yang juga terpapar Covid-19.

Saat ini, lanjut Cahya, tracing KE untuk kasus ini sudah selesai. Meski demikian sebagian pasien masih menunggu selesai isolasi mandiri atau di isolasi terpadu Asrama Haji. "Dengan demikian, jumlah kasus untuk klaster takziah ini yang sebelumnya 74 kasus bertambah 11 kasus menjadi 85 kasus," katanya kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Adapun dari Klaster Tahu Somodaran, lanjut Cahya, juga ditemukan tambahan dua kasus dari sebelumnya 10 kasus saat ini total sebanyak 12 orang terkonfirmasi positif Covid-19. "Awalnya kami temukan 10 orang yang positif dalam satu keluarga, kemudian tracing KE akhirnya dapat dua lagi," katanya.

BACA JUGA: Sultan Usul Satpam Dijadikan Petugas Keamanan Siber

Cahya mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan Cita Mas Jajar. Yakni cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.

"Di Nogotirto Gamping, kami juga menemukan empat warga positif Covid-19. Ini terpisah, bukan bagian dari kedua klaster itu," katanya.