Kerusakan Lahan karena Hujan di Gunungkidul Mulai Didata

Ilustrasi - Antara/Wahdi Septiawan
13 November 2021 06:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pertanian dan Pangan (Distan Pangan) Gunungkidul melaporkan sejumlah lahan di sejumlah kapanewon terendam air akibat banjir karena cuaca ekstrem. Potensi kerusakan lahan yang ada belum pasti karena masih dalam pendataan.

Sekretaris Distan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini berdampak terhadap lahan pertanian milik masyarakat. Ia tidak menampik ada lahan yang terendam banjir sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan.

Menurut dia, lahan yang terendam sudah menjadi langganan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Beberapa lahan terletak di sejumlah kapanewon seperti Gedangsari, Panggang, Semanu, hingga Ponjong. “Luas lahan yang terendam pun bervariasi,” kata Raharjo, Jumat (12/11).

Meski demikian, ia belum bisa memastikan area lahan yang rusak. Dia berdalih, pendataan dilakukan pada saat air yang menggenangi lahan sudah surut. “Hingga sekarang memang belum ada laporan yang masuk,” katanya. Raharjo mengungkapkan genangan air di lahan pertanian tidak akan berlangsung lama. Hal ini karena adanya gua bawah tanah yang menjadi lokasi resapan air.

Dia pun mengimbau kepada petani untuk mewaspadai cuaca ekstrem di musim hujan ini. Oleh karenanya, petani diminta memperhatikan kondisi saluran air atau drainase agar tidak ada penyumbatan sehingga aliran dapat berjalan lancar. “Kalau perlu disediakan mesin pompa penyedot. Langkah ini untuk mengurangi risiko genangan air di lahan pertanian,” katanya.

Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (Staklim BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyebut potensi cuaca ekstrem dalam waktu beberapa hari ke depan. Ia juga sudah mengeluarkan imbauan untuk mewaspadai termasuk di sektor pertanian. “Curah hujan diprediksi tinggi. Jadi, saluran irigasi harus berfungsi dengan lancar agar tidak mengganggu tanaman,” katanya.

Dia pun meminta kepada petani untuk terus memperbaharui data terkait dengan kondisi terkini cuaca. Sebagai langkah antisipasi, Stasiun Klimatologi Yogyakarta juga telah menggelar program sekolah lapang iklim kepada petani di Gunungkidul.