Syukurlah...Klaster Takziah Sedayu Bantul Mulai Melandai

Ilustrasi. - Freepik
15 November 2021 19:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemkab Bantul mengklaim penularan Covid-19 dari klaster takziah di kapanewon Sedayu, Bantul sudah melandai sehingga tidak ditemukan lagi warga yang positif Covid-19 dari klaster tersebut.

“Langkah cepat kita lakukan dengan tracing, testing, dan treatmen yang dilakukan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dibantu Polsek dan Koramil terhadap warga yang kontak erat dari klaster Sedayu. Sekarang sudah tidak ditemukan kasus lagi,” kata Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo, saat dihubungi Senin (15/11/2021).

Melandainya kasus takziah Sedayu terbukti dari hasil tes PCR yang dilakukan di Madrasah Aliah Negeri (MAN) I Bantul sebanyak 72 yang positif hanya dua orang. Di SD Bonggalan, Srigading, Sanden dari tes PCR yang positif delapan orang dan 89 orang lainnya negatif, di SD Piring, Srigading, Sanden hanya tiga yang positif dari 24 kontak erat yang dilakukan tes PCR.

BACA JUGA: Petugas Kewalahan Batasi Pengunjung Malioboro, Personel Bakal Ditambah

Data tersebut berdasarkan tes PCR yang dilakukan pada 1 November lalu, “Setelahnya sudah tidak ditemukan kasus positif lagi,” ucap Joko.

Gencarnya tiga T atau testing, tracing, dan treatmen yang dilakukan Pemkab Bantul diakui Joko, Bantul memperoleh penghargaan kategori terbaik nasional dalam tes, lacak, dan isolasi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2021 ini.

Kendati sudah melandai, ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul ini akan tetap melakukan tes PCR acak yang menyasar sekolah-sekolah sekaligus evaluasi protokol kesehatan di sekolah selama pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). “Minggu ini dilaksanakan survei di sekolah-sekolah PTM untuk skrining sekaligus evaluasi,” ujar Joko.

Sementara itu Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono mengatakan warga Sanden dari klaster takziah Sedayu yang dinyatakan positif sejak Oktober lalu sampai saat ini totalnya 31 orang. Klaster takziah Sedayu setidaknya merembet ke Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), SD Bonggalan dan SD Piring di kapanewon setempat.

Deni memaparkan penuralan Covid-19 sampai 31 positif itu bermula dari salah satu guru SMKN 1 Sedayu Bantul yang sudah dinyatakan positif Covid-19 nekat mengajar TPA. Akibatnya menularkan kepada enam siswa yang juga sebagai siswa SD Piring dan SD Bonggalan. “Akibatnya PTM di dua SD tersebut ditutup sementara,” kata Deni. Tracing dilakukan kepada siswa, guru, dan keluarga siswa.

Selain menulari siswa TPA dan dua SD di Sanden, penularan Covid-19 juga merembet sampai MAN 1 Bantul karena guru SMKN 1 Sedayu juga telah menulari istri dan anaknya. Sementara istrinya yang juga positif mengajar di MAN 1 Bantul, Gandekan dan menulari seorang guru. Guru MAN 1 Bantul tersebut yang kemudian meggelar lamaran.

“Ceritanya efek dari pak Hisyam guru SMKN 1 Sedayu punya istri, istrinya ngajar di MAN Gandekan, salah satu kontak erat calon penganten menyelenggaraan acara lamaran, ternyata diswab positif. Dari informasi sebetulnya ada notivikasi dari MAN tapi informasinya baca WA terlambat sehari enggak pegang HP sehingga acara lamaran tetap digelar,” kata Deni.

Upaya tracing terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sanden. Deni menambahkan dari 31 orang yang positif yang berkaitan klaster takziah Sedayu sampai saat ini yang sudah dinyatakan sembuh empat orang termasuk satu guru SMKN 1 Sedayu penyebab awal yang merembet sampai Sanden. Sementara lainnya masih menjalani isolasi di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah. Ia memastikan semua yang positif Covid-19 tersebut bergejala ringan dan tanpa gejala.