29 Siswa dan Guru di Bantul Positif Corona, 14 Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
19 November 2021 17:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menghentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas atau PTMT di tujuh sekolah SD dan tujuh sekolah menengah pertama (SMP). Penghentian sementara PTMT tersebut seiring ditemukannya 29 siswa dan guru yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR acak di sejumlah sekolah.

“Penutupan sementara [PTMT] sampai menunggu tracing oleh puskesmas,” kata Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko, saat dihubungi Jumat (19/11/2021). Hasil tracing yang dilakukan puskesmas nantinya juga akan diikuti tes swab bagi yang kontak erat. Penutupan paling tidak dilakukan sampai siswa dan guru yang positif Covid-19 dinyatakan sembuh atau masa inkubasinya selesai.

Isdarmoko memaparkan ada 279 siswa dan guru SD yang dilakukan tes swab PCR acak di sejumlah sekolah. Dari jumlah ersebut hasilnya ditemukan ada 15 siswa dan satu guru yang positif Covid-19. Selebihnya dinyatakan negatif. Siswa dan guru yang positif Covid-19 tersebut ada di tujuh SD dengan rincian MI Al Ma'had An Nur (3 siswa), SDN 1 Kretek (1), SDN Monggang (5), SDN 1 Pedes (1 guru), SDN Bantul Warung (2), SD N Sendangsari (2) dan SDN Terban (2).

BACA JUGA: Penonton World Superbike Mulai Datangi Sirkuit Mandalika

Selain 15 siswa SD dan satu guru yang dinyatakan positif, ada 13 siswa SMP yang positif Covid-19 di tujuh sekolah. Ketujuh sekolah tersebut rinciannya adalah MTs Al Furqon Sanden (4 siswa), MTs Al Ma’had An Nur (2), MTs Negeri 2 Bantul (1), MTs Negeri 5 Bantul (1), MTs El Muna Q (1) dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo (1), dan SMP 2 Bambanglipuro (3).

Menurut Isdarmoko untuk swab PCR acak warga sekolah SMP sederajat paling banyak ditemukan di sekolah MTs yakni lima sekolah dan sisanya SMP, “SMP sederajat yang ditemukan warganya positif Covid-19 maka kebijakan seperti sekolah dasar yakni PTMT dihentikan sementara dan dilakukan tracing serta testing,” ujar Isdarmoko.

Mantan Kepala Sekolah SMAN 2 Bantul ini menambahkan pada Jumat (19/11/2021) dan Senin (22/11/2021) juga dilakukan swab PCR acak dengan sasaran SMA/SMK sederajat namun demikian kewenangannya ada di Disdikpora DIY, bukan di Disdikpora Bantul, sehingga pihaknya belum mengetahui hasil tes swab PCR-nya.

Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul, Edy Sutrisno menambahkan bagi sekolah yang didapati muridnya atau guru yang positif otomatis PTMT dihentikan sementara dan pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh atau PJJ sambil menunggu hasil tracking dan tracing dari Dinas Kesehatan, “Biasanya penghentian sementara PTMT 14 hari,” tegas Edy.

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan siswa yang ditemukan positif Covid-19 akan ditindak lanjuti dengan tracing kontak erat sampai tuntas. Pihaknya belum bisa menyampaikan berapa total siswa yang positif dalam kaitannya dengan swab PCR acak karena swab PCR acak masih berlangsung sampai 22 November mendatang.

“Terkait program deteksi dini, surveillance Covid-19 atau tes acak di beberapa sekolah yang dilakukan di Bantul sampai hari ini belum membuat kesimpulan resmi, nanti baru setelah 22 November akan kita umumkan dari 56 sekola tes acak,” kata Joko.

Selain menggelar tes swab PCR acak, pihaknya juga menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kesehatan untuk memantau perilaku siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah dalam msa PTMT. Hasil pantauan tersebut akan menjadi dasar untuk mengambil kebijakan terkait PTMT. Joko berharap sekolah mmperketat kembali protokol kesehatan di sekolah.