Warga Sleman Bisa Menerima Vaksin Booster Tahun Depan, Cek Ketentuannya

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
23 November 2021 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman menyiapkan pemberian vaksinasi booster bagi masyarakat umum. Pemberian vaksinasi bosster bagi masyarakat ini akan diberikan setelah vaksinasi anak usia 6-12 tahun selesai.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan vaksinasi ketiga atau booster ini akan dilaksanakan tahun 2022 mendatang. Vaksinasi booster ini, katanya dapat diakses oleh seluruh warga Sleman. Hanya saja, Dinkes tetap memberikan skala prioritas.

"Untuk pemberian vaksinasi ketiga ini kami prioritaskan untuk lansia dulu," kata Novita kepada awak media, Selasa (23/11/2021).

Selain itu, kata Novi, masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bisa menerima vaksinasi booster ini secara gratis atau dibiayai oleh pemerintah. Adapun bagi warga yang bukan peserta BPJS Kesehatan maupun peserta non PBI dan Mandiri, pemberian vaksinasi bosster tidak gratis alias membayar. "Rencananya seperti itu untuk pemberian vaksinasi ketiga," katanya.

BACA JUGA: Proyek GOR Rp13,4 Miliar di Kulonprogo Diduga Dikorupsi, 2 Orang Jadi Tersangka

Berbeda dengan vaksinasi dosis pertama dan kedua, Novi mengatakan target capaian pemberian booster akan berbeda. Jika dosis pertama dan kedua ditarget minimal 70% untuk mewujudkan kekebalan kelompok, maka target vaksinasi bosster sekitar 50% saja. Meski begitu, pelaksanaan pemberian vaksinasi dosis ketiga ini tidak akan berbeda dari dosis pertama dan dosis kedua.

"Pelaksanaannya akan dilakukan secara massal di sentra vaksin. Kalau langsung dihandle oleh Puskesmas jelas tidak akan mampu," ujarnya.

Adapun jenis vaksin yang diberikan, katanya, juga bisa dipilih oleh masyarakat. Hanya saja jenis vaksinnya diberdakan dengan yang diterima saat dosis pertama dan kedua. Dinkes, lanjut Novi, mempersilahkan bagi warga yang mau menerima vaksinasi bosster atau tidak.

"Untuk yang berbayar saya belum tahu mekanisme logistik nya nanti seperti apa. Yang saya jelaskan yang dibiayai oleh pemerintah," katanya.

Pemberian vaksinasi booster ini sendiri sebenarnya sudah dilakukan, tapi masih terbatas untuk tenaga kesehatan (nakes). Hingga November 2021, capaian pemberian booster untuk para nakes di Sleman sudah lebih dari 100%. Angkanya memang jauh lebih tinggi dari capaian dosis pertama (89,6%) dan dosis kedua yang mencapai 77,5%.

Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama menargetkan capaian vaksinasi untuk dosis pertama akan selesai pada akhir November ini atau awal Desember mendatang. Pasalnya pemberian vaksinasi untuk dosis pertama hanya kurang dari 10%. "Mudah-mudahan akhir bulan ini kami dapat menyelesailan 100 persen vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan dosis kedua selesai Januari 2022," kata Cahya.

Saat ini, Dinkes mulai menyiapkan data-data untuk pemberian vaksinasi bagi anak usia 6-12 tahun yang akan diberikan pada awal 2022. Rencana pemberian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-12 tahun ini, kata Cahya, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan. "Data awal ada sekitar 80.000 anak untuk usia 6-12 tahun sehingga kebutuhan vaksinasinya ya sekitar 160.000 dosis. Tentu kami ajukan kebutuhan vaksinasi ini ke pusat setelah seluruh data siap," katanya.

Untuk penggunaan vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun ini, kata Cahya, menggunakan jenis vaksin Sinopharm dan Sinovac. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Kami berkoordinasi dengan BKAD untuk membahas re-focusing anggaran agar bisa digunakan untuk melayani pelaksanaan vaksinasi bagi anak," katanya.

Adapun mekanisme pelaksanan vaksinasi bagi anak, kata Cahya, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi bagi anak SMP. Rencananya, dilakukan di masing-masing Kapanewon dengan menggabungkan tiga sekolah sasaran. "Jadi sehari sekali serbuan bisa seribu sasaran. Tapi nanti kami jadwal agar tidak berkerumun," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun ini membutuhkan usaha yang besar agar bisa terlaksana dengan cepat. Sebab pemberian vaksinasi bagi anak-anak ini bertujuan agar pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat berjalan aman dan lancar.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan saat ini Disdik masih menunggu regulasi resmi mengenai vaksinasi bagi anak usia 6-12 tahun. Saat ini Disdik terus melakukan pendataan anak-anak yang menjadi sasaran vaksinasi.

"Sementara kami data dulu nanti kalau regulasinya sudah ada, maka kegiatan vaksinasi bisa dilaksanakan," kata dia.