Dihantam Ombak, Dua Perahu Tenggelam

Ilustrasi. - Antara
24 November 2021 15:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GIRISUBO – Dua kecelakaan laut yang melibatkan perahu jukung terjadi di perairan di sisi timur Gunungkidul, Rabu (24/11/2021). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu nelayan dilaporkan mengalami patah tulang hidung.

Laka pertama menimpa perahu Si Kakap 04. Pukul 06.00 WIB perahu yang ditumpangi tiga nelayan ini pergi meninggalkan Pelabuhan Sadeng, Kapanewon Girisubo menuju Tebing Bubukan. Para nelayan ingin mengangkat jaring yang dipasang untuk menangkap lobster.

Sekitar pukul 07.00 WIB ada laporan kapal ini terbalik. Diduga kecelakaan terjadi karena posisi perahu terlalu kepinggir. Akibatnya, pada saat diterjang ombak besar, perahu menghantam karang hingga akhirnya terbalik.

BACA JUGA : Kecelakaan Perahu di Nigeria, 156 Orang Diperkirakan

Adapun persistiwa kedua menimpa perahu jukung Maju Jaya yang tenggelam sekitar pukul 07.30 WIB. Pada awalnya, perahu perahu yang ditumpangi empat nelayan ini meninggalkan dermaga Pelabuhan Sadeng, sekitar pukul 05.00 WIB, untuk menangkap lobster.

Sesampainya di lokasi, anak buah kapal menarik jaring yang telah dipasang. Nahasnya, di saat bersamaan ada gelombang besar yang menghantam hingga akhirnya perahu penuh dengan air hingga akhirnya tenggelam.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko mengatakan, ada dua kejadian laka laut pada Rabu pagi yang melibatkan perahu milik nelayan. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena seluruh nelayan berhasil diselamatkan.

“Ada satu nelayan di Perahu Sikakap 04 yang mengalami patah tulang hidung, tapi kondisinya sudah mendapatkan perawatan,” kata Sunu kepada wartawan, Rabu (24/11/2021) siang.

Menurut dia, kecelakaan terjadi tidak lepas adanya kenaikan gelombang laut. Sunu pun memastikan kedua perahu yang karam sudah dievakuasi ke Pelabuhan Sadeng. “Begitu mendapatkan laporan, petugas bersama-sama dengan nelayan lain memberikan pertolongan untuk evakuasi korban maupun perahu yang terbalik,” ungkapnya.

Sunu berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas. “Untuk keselamatan, kami juga mengimbau kepada nelayan memakai pelampung,” katanya.

Sarana Penyelamatan

Kondisi di perairan selatan Jawa sangat rawan kecelakaan, baik yang melibatkan nelayan maupun pengunjung. Oleh karenanya, sarana prasarana pendukung keselamatan terus ditambah.

Sunu mengungkapkan, belum lama ini mendapatkan bantuan operasional dari Pemerintah DIY berupa jetski, kapal jukung dan mobil jenazah. Sarana prasana tambahan ini bermanfaat untuk mendukung operasi di tim SAR wilayah I.

BACA JUGA : Perahu Tenggelam di Kedungombo Diduga karena Kelebihan

Bantuan jetski akan disiagakan di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu. Sedangkan kapal jukung akan ditempatkan di Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi, Tepus. “Sedangkan untuk satu kapal jukung yang sudah ada, kami tempatkan di Pantai Nampu di Kalurahan Jepitu,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, meski bantuan yang diberikan tidak sebanyak di SAR Satlinmas I, tambahan satu unit perahu jukung sangat membantu dalam operasi di kawasan Pantai Baron dan sekitarnya.

Adanya tambahan ini, maka SAR Satlinmas Wilayah II memiliki tiga unit perahu jukung, satu jetski dan tiga mobil ambulan. “Kami berharap ada tambahan lagi dan rencananya di 2022 mengajukan bantuan jetski ke Pemerintah DIY,” katanya.