Tes Acak Covid-19 Sekolah di Jogja Gunakan PCR

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Jojon
25 November 2021 14:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO – Pemerintah Kota Jogja melaksanakan tes Covid-19 bagi peserta didik dan guru yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Senin (22/11). Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, kegiatan ini juga bagian dari penguatan testing di Kota Jogja saat kasus Covid-19 cenderung melandai.

“Kami ingin memastikan bahwa menurunnya kasus Covid-19 di Kota Jogja benar-benar karena tidak ada penularan. Sehingga testing tetap harus dilakukan, termasuk di sekolah yang sudah menjalankan PTM,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogja, Kamis (25/11/2021).

BACA JUGA : Swab Acak dan Survei Perilaku Jadi Acuan Penyelenggaraan 

Heroe belum bisa memberikan hasil tes acak Covid-19 di sekolah, lantaran proses masih terus berlangsung. Dia berharap tidak ada kasus Covid-19 selama PTM. Misal pun ada, kasus tersebut diharapkan tidak meluas. “Selama ini paparan ke kontak erat sangat rendah. Sebanyak 95 persen kontak erat menunjukkan hasil tes negatif,” kata Heroe.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan metode tes acak menggunakan swab PCR, bukan antigen. “Kami tidak menggunakan rapid test antigen, tetapi langsung PCR,” katanya.

Dalam satu sekolah, jumlah sampel tes PCR sebanyak 10 persen dari siswa atau minimal 30 anak. Sementara untuk guru sampelnya tiga orang. Tes acak ini berlaku untuk jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Tes acak melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas sesuai domisili sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Santoso Ashrori, sebelum pelaksanaan tes acak, sudah ada sosialisasi terlebih dahulu pada sekolah-sekolah. Selama PTM berlansung, Budi mengimbau pengelola sekolah untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik dan guru.

BACA JUGA : Siap-siap! DIY Mulai Gelar Tes Swab PCR Acak di Sekolah

“Selama hampir dua bulan PTM terbatas digelar, tidak ada temuan kasus Covid-19. Peserta didik dan guru dalam kondisi yang baik. Mudah-mudahan memang tidak ada penularan di sekolah,” kata Budi.