McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan belum mengetahui berapa banyak sekolah di wilayahnya yang telah menggelar tes swab PCR acak.
Sebab, sampai Sabtu (13/11), Disdikpora DIY belum mendapatkan laporan baik dari sekolah maupun Disdikpora di tinkat kabupaten dan kota di wilyahnya.
"Tes acak baru kita lakukan pekan ini. Kami jujur belum dapat laporan berapa sekolah yang sudah tes acak, tapi sudah mulai. Di semua kabupaten dan kota sudah mulai," kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, Sabtu (13/11/2021).
BACA JUGA : Buntut Klaster Sekolah, Pemkab Kulonprogo Bakal Kurangi Jumlah siswa PTM
Sudah dimulainya tes acak, kata Didik tidak lepas dari upaya Disdikpora DIY dengan mengirimkan surat agar ada tes acak ke Dinas Kesehatan DIY. Dari Dinas Kesehatan DIY itu ditindaklanjuti dengan kabupaten dan kota di DIY untuk menggelar tes swab PCR acak kepada siswa.
"Untuk masalah efektivitas? Semua tentu mempertimbangjan sisi logistik juga di Dinas Kesehatan. Jika mengacu ketentuan pusat sejauh ini cukup 10 persen," terang Didik.
Menurut Didik, sejauh ini PTM di DIY tetap berjalan dengan ketentuan jam pelajaran maksimal 2,5 jam. Ketentuan ini, sejauh ini dinilai oleh Disdikpora DIY sudah diimplementasikan oleh sekolah. Sebab, ketentuan jam pelajaran maksimal 2,5 jam relatif mudah diterapkan. Di mana, sekolah tinggal memadatkan materi pelajaran.
"Khusus untuk yang kami temukan [siswa positif Covid-19] saat swab PCR acak kami evaluasi [tutup sementara kegiatan PTM] sekolah tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku tidak terlalu khawatir terkait dengan hasil ditemukannya sebanyak 21 pelajar di Kulonprogo terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukannya uji swab PCR secara acak.
Sebab, usai 21 pelajar di Kulonprogo dinyatakan positif, Satgas Covid-19 Kulonprogo telah meminta pelajar tersebut melakukan isolasi mandiri dan menutup sekolah yang bersangkutan.
"Kan, sudah di swab dan sudah dilakukan penutupan. Kan hanya 9 anak. Sekarang dari 9 jadi 21 anak [hasil swab PCR acak]," kata Sultan.
BACA JUGA : Buntut Klaster Takziah Sedayu, Pembelajaran Tatap Muka di DIY Dibatasi 2,5 Jam
Menurut Sultan, dirinya tidak terlalu khawatir dengan kemungkinan adanya klaster di Kulonprogo. Sebab, sejauh ini Satgas Covid-19 baik di Kulonprogo maupun Bantul [tempat ditemukan siswa positif Covid-19] telah berbuat cepat untuk melakukan penanganan dan pencegahan terhadap penularan Covid-19.
"Yang penting itu cepet ditangani karena relatif anak-anaka muda. Biarpun diperiksa 10 hari kan tetap hanya ringan," jelas Sultan.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan ada sebanyak 21 siswa positif dari hasil swab acak yang digelar terhadap 486 orang. "Semua kasus positif Covid-19 yang kita temukan di sejumlah sekolah yang telah menjalani swab PCR adalah OTG," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.