Buntut Klaster Sekolah, Pemkab Kulonprogo Bakal Kurangi Jumlah siswa PTM

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
12 November 2021 16:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Adanya temuan kasus positif Covid-19 di sejumlah sekolah di Kulonprogo yang telah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo mengambil mengevaluasi pelaksanaan PTM. Dinas berencana untuk mengurangi sebanyak 25 persen dari total siswa yang mengikuti kegiatan PTM di satu sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Eko Teguh Santoso, mengatakan upaya tersebut diambil oleh jawatannya untuk mengantisipasi terjadinya penambahan kasus positif Covid-19 di sejumlah sekolah yang telah menggelar PTM.

"Untuk jenjang pendidikan anak usia dini [PAUD] maksimal hanya lima peserta didik dalam satu sif. Kemudian, jenjang sekolah dasar [SD] maksimal tujuh peserta dan sekolah menengah pertama [SMP] maksimal delapan peserta didik," ujar Eko saat dikonfirmasi pada Jumat (12/11/2021).

BACA JUGA: Bantul Terima Penghargaan Kabupaten Informatif

Dikatakan Eko, waktu pembelajaran saat digelarnya PTM disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah. Namun, untuk jenjang PAUD, jawatannya merekomendasikan untuk waktu belajar di kelas maksimal hanya 60 menit.

"Kami tidak ingin terjadi klaster penularan Covid-19 berasal dari kegiatan PTM. Sekolah memiliki peran penting untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 baik siswa maupun tenaga kependidikan. Selain itu, kepala sekolah kami imbau untuk mengawasi kegiatan PTM agar senantiasa menerapkan protokol Covid-19," ungkap Eko.

Selain sekolah, Eko menegaskan peran orang tua siswa penting adanya. Orang tua diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawasi protokol pencegahan penularan Covid-19 siswa saat di luar sekolah. Seperti pengawasan terhadap jajanan yang dibeli oleh siswa saat di luar sekolah.

"Orang tua dan sekolah diharapkan mampu berkolaborasi agar mengawasi jalannya protokol pencegahan penularan Covid-19 siswa. Kita harus menanggapi perubahan pola hidup imbas adanya pandemi Covid-19 ini," ungkap Eko.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan kasus positif Covid-19 yang berasal dari sekolah yang telah menggelar PTM seluruhnya merupakan kasus positif Covid-19 kategori OTG atau orang tanpa gejala.

Adapun, total sampel siswa yang telah menjalani swab PCR secara random sementara ini jumlahnya telah mencapai 486 orang. Dari total sampel tersebut, puluhan siswa dinyatakan positif Covid-19. Distribusi kasus positif Covid-19 ditemukan di sejumlah sekolah yang ada di wilayah bumi binangun.

"Kasus Covid-19 yang berasal dari kegiatan PTM semuanya kategori OTG. Sebanyak 21 orang yang dinyatakan positif Covid-19 juga merupakan siswa dan belum ada tenaga kependidikan yang dinyatakan positif Covid-19," ungkap Baning.