2.681 Lowongan Kerja Dibuka di Magelang, Peluang Disabilitas Tersedia
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Ketua Pokja Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (FKMK UGM), Gunadi (kanan) berbicara dalam Forum Group Discussion (FGD) Omicron Muncul, Tetap Tenang dan Waspada, yang digelar Harian Jogja, Jumat (3/12/2021). /tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA-- Varian baru dari Covid-19 yang dinamai Omicron harus diwaspadai. Dua cara menangkalnya adalah menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19.
Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) berjudul Omicron Muncul, Tetap Tenang dan Waspada, yang digelar Harian Jogja, Jumat (3/12/2021). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Sleman, dr. Novita Krisnaeni dan Ketua Pokja Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (FKMK UGM), Gunadi.
Gunadi menyampaikan saat WHO mengumumkan Omicron sebagai VOC, ada imbauan-imbauan untuk negara dan individu. "Untuk negara harus surveilance genomic yang seperti ini bersama Dinkes, kalau ada kecurigaan maka lakukan penelitian dan hasilnya bagaimana," kata dia.
Baca juga: Dianggap Ganggu Pemandangan, Depo Pasir di JJLS Diminta Pindah
Adapun untuk individu, ia menegaskan upayanya masih sama yakni menaati protokol kesehatan dan vaksinasi. Berdasarkan update pada 1 Desember, Gunadi menyebutkan jika virus itu bersirkulasi pada manusia makin lama, maka akan bersifat infeksius. Jika makin infeksius maka makin banyak yang tertular dan dampaknya makin banyak yang dirawat.
"Omicron bukan berarti lebih parah tetapi ketika angka infeksi lebih tinggi maka yang mondok [dirawat] lebih banyak. Jika sudah lalai protokol kesehatan, vaksinasi juga ogah-ogahan, maka dia [Covid-19] akan bersirkulasi dan akan terinfeksi," katanya.
Novita Krisnaeni menyampaikan kondisi di Sleman, mulai Januari 2021 sampai hari ini kasus yang terpapar Covid-19 masih senang melaksanakan isoman, sedangkan yang dirawat di RS dan isoter hanya sedikit. Tren positive rate meningkat pada 24 november terkait dengan beberapa klaster di Kabupaten Sleman. Di RS, tempat tidur yang tersedia, tanggal 29 November hanya terpakai 10% dan peta zonasi di Sleman hanya sedikit yang merah.
Baca juga: Tega! Gegara Warisan, 5 Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi
Cakupan vaksinasi telah mencapai 90,4%, sasaran yang masih kurang cakupannya adalah lansia. "Vaksinasi dosis 1 sudah sulit ketika capaian sudah sampai 90%, sudah semakin sulit mencari orang-orang yang akan divaksin dosis 1," katanya.
Ia menegaskan strategi pengendalian kasus Covid-19, apapun jenis varian Covid-19 tersebut, Dinkes Sleman tetap pada penerapan 5M, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas dan Menjauhi kerumunan. Selain itu juga 3T yaitu Tracing, Testing dan Treatment.
"Namun saat ini masyarakat mulai enggan ditracing ketika kontak erat. Angkanya di bawah 15, padahal ketika ada 1 positif harus mencari 15 kontak erat," katanya. (Nina Atmasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.