Bencana Lahar Hujan: Pemkab Sleman Kirim Air Bersih ke Warga Lereng Merapi

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
04 Desember 2021 18:07 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengedrop air bersih untuk warga di lereng Gunung Merapi yang terdampak putusnya pipa saluran air akibat diterjang banjir lahar hujan di Sungai Boyong dan Sungai Kuning.

"Pemerintah telah mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak banjir lahar dingin [lahar hujan]. 'Droping' (pengedropan) dilakukan sejak Kamis (2/12/2021)," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Sleman, Sabtu.

Dia menjelaskan bantuan air bersih sudah diturunkan satu tanki air di Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, sedangkan delapan dusun di Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan disediakan tiga tanki dan enam tandon.

"Koordinasi sudah dilakukan dari aparat terkait, jika nanti air kirimannya habis akan langsung disuplai lagi," katanya.

Pemkab Sleman juga mempercepat upaya perbaikan jaringan pipa air di aliran Sungai Boyong dan Sungai Kuning. Perbaikan tersebut menjadi prioritas mengingat aliran tersebut menjadi pasokan air utama masyarakat sekitar.

"Perbaikan pipa jaringan air bersih kita kebut, anggaran sudah ada dan tinggal pengerjaan," katanya.

Hujan deras yang turun di puncak Gunung Merapi pada Rabu (1/12/2021) berdampak putusnya jaringan air bersih di Sungai Boyong dan Sungai Kuning Kecamatan Pakem.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan dampak hujan yang terjadi di puncak Merapi membawa material Merapi ke Sungai Boyong menyebabkan putusnya jaringan air bersih dari mata air Kemaduhan.

"Material Merapi yang terbawa arus Sungai Boyong merusak jaringan air bersih di empat titik, meliputi Dusun Boyong dan Dusun Kaliurang Barat Hargobinangun Pakem. Selain itu, jaringan air bersih di Dusun Turgo Tritis dan Dusun Ngepring Purwobinangun Pakem," katanya.

BACA JUGA: Jokowi Minta Polri Hormati Kebebasan Berpendapat

Lurah Hargobinangun Amin Sarjito mengatakan putusnya jaringan air bersih di kedua dusun tersebut berdampak tersendatnya kebutuhan air bersih bagi dua rukun tetangga di masing-masing dusun tersebut.

"Di Boyong sekitar 100 KK dan di Kaliurang Barat sekitar 150 KK. Sementara pakai air tandon dulu besok kami kerja bakti," katanya.

Sumber : Antara