Dua Kebakaran Terjadi Kurang Dari 24 Jam, Warga Bantul Diminta Hati-hati

Ilustrasi. - Freepik
06 Desember 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dua kebakaran kecil terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Meski berhasil ditangani, tim BPBD Bantul mengingatkan warga untuk berhati-hati pada benda mudah terbakar.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli menyampaikan banyak kebakaran terjadi karena kelengahan warga. Warga yang lengah terhadap benda-benda mudah terbakar, membuat api membesar dan membahayakan lingkungan sekitarnya.

"Jadi kebakaran itu biasanya justru karena kelengahan kita sendiri. Misalnya menghidupkan kompor lupa mematikan. Menghidupkan api di dekat tabung gas dan sebagainya," tuturnya pada Minggu (5/12/2021).

Oleh karenanya upaya yang dilakukan untuk mencegah kebakaran disebutkan Agus ialah waspada dan hati-hati. "Seandainya mau pergi, tolong diteliti, tolong dicek. Jangan sampai api masih menyala, ada setrika masih tertancap," ujarnya.

"Kemudian ketika ada listrik padam, lalu pakai lilin harus hati-hati. Kadang-kadang lilin terjatuh lalu menimbulkan kebakaran," tambahnya.

Baca juga: Bupati Kustini Minta LDII Merevitalisasi Dakwah

Namun bila api terlanjur membesar, Agus mengimbau warga untuk tidak panik. Sebisa mungkin sumber api ditutup untuk mengurangi adanya oksigen di sumber api. Hal itu agar api tak membesar dan mudah dipadamkan. Jika api terlampau besar, warga segera mencari pertolongan tetangga maupun menghubungi BPBD Bantul.

"Adanya api karena juga adanya oksigen, jadi sebisa mungkin ketika ada api, tutuplah, dibungkem biar oksigen tidak masuk ke dalam api sehingga tidak lebih menyala," tandasnya.

Sebelumnya Kamis (3/12/2021) dan Jumat (4/12/2021) dua kebakaran sempat terjadi di Bantul. Meski tak menimbulkan korban, kebakaran yang muncul cukup membahayakan warga. Satu kebakaran terjadi pada satu kendaraan sepeda motor yang menyebabkan motor habis dilahap api hingga menyisakan rangka. Total kerugian pun mencapai Rp10juta rupiah. Dugaan sementara kebakaran motor terjadi karena konsleting listrik.

Sementara kebakaran pada Jumat (4/12/2021) pagi muncul dari salah satu dapur warga di Sedayu. Saat hendak memasak tercium bau gas, saat sadar api sudah membesar dan warga sekitar bergegas memadamkan. Beruntung api tak sampai membakar rumah.

Dari catatan Agus sebenarnya jumlah kebakaran di Bantul telah menurun karena memasuki musim penghujan. Titik-titik api di lahan terbuka jadi basah akibat hujan. Oleh karenanya kebarakan yang muncul saat ini justru dari kelengahan warga. "Kebakaran karena kesalahan kita sendiri, oleh karena itu kita waspada pada diri sendiri, rumah kita," tandasnya.