Bupati Kustini Minta LDII Merevitalisasi Dakwah

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat membuka Musyawarah Daerah Ke VIII LDII DPD LDII Sleman 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (5/12). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
05 Desember 2021 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sleman diminta melakukan revitalisasi dakwah Islam di era globalisasi. LDII dinilai memiliki peranan penting dalam melakukan inovasi dakwah di era digital ini.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo  mengatakan sebagai lembaga yang mengkoordinir organisasi dakwah di masyarakat LDII memiliki peranan penting dalam melakukan perubahan dan inovasi di bidang dakwah. Terlebih di era globalisasi ini masyarakat dihadapkan pada dilema positif dan negatif dari dampak media sosial (medsos).

"Saya menilai sangat penting pengurus organisasi LDII bersama-sama menjaga anak bangsa dengan memfilter dan membina dari kerusakan moral, seperti halnya banyak menghiasi medsos," ujarnya dalam Musyawarah Daerah Ke VIII LDII DPD LDII Sleman 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya, peran organisasi agama dan kemasyarakatan sangat diperlukan untuk saling menguatkan. Termasuk dalam antisipasi penanganan maknya narkoba, klithih dan semacamnya, bahkan saat ini ujian pandemi COVID-19. "Saya berharap, pada Musda kali ini, LDII dapat merumuskan rencana kerja ke depan dengan didasari oleh masalah-masalah yang ada. Kepengurusan LDII yang baru dapat mengoptimalkan peran lembaga dakwah ini," kata Kustini.

Ketua DPD LDII Sleman, Anji Sujiman menyampaikan Musda ke VIII tersebut mengambil tema mewujudkan Generasi Emas Profesional, Religius dan Berbudaya untuk Mendukung Visi Misi Kabupaten Sleman sebagai Rumah Bersama. DPD LDII Sleman, katanya, peran sertanya membantu program-program pemerintah.

"Kami senantiasa konsisten melakukan amal nyata melalui upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan religius," kata Anji.

Dia menjelaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut dilakukan melalui dakwah bil hal dan bil qalam. Tujuannya agar tersedia sumber daya manusia yang mampu berkiprah di era digital dan demokrasi. "Yakni sumber daya manusia yang memiliki kualitas keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana jiwa dan semangat yang terkandung dalam AD/ART serta peraturan organisasi LDII," kata Anji.

Dia menjelaskan, LDII merupakan lembaga resmi, independen dan legal serta memiliki visi untuk meningkatkan kualitas peradaban dan masyarakat dalam berbangsa, bernegara serta pembangunan sumber daya manusia seutuhnya.

"Kami memiliki delapan bidang pengabdian. Mulai dari kebangsaan, keagamaan, pendidikan, pangan, lingkungan hidup, sosial, ekonomi teknologi digital dan energi baru terbarukan," katanya.