SPMB 2026 Rampung, Seluruh Kuota SMA dan SMK Negeri Sleman Terisi
Seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh setelah tahapan pemenuhan cadangan SPMB 2026 selesai.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, BANTUL - Hujan yang sesekali disertai angin menyebabkan sejumlah pohon di Bantul kembali tumbang. Tumbangnya pohon menyebabkan sejumlah kerugian.
Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli pada Selasa (7/12/2021) menyatakan belasan pohon di Bantul tumbang. Dua wilayah yang banyak mengalami kejadian pohon tumbang meliputi Kapanewon Banguntapan dan Sewon
"Hujan sedang hingga lebat disertai angin yang terjadi sejak pukul 14.30 WIB memberikan dampak bagi sebagian wilayah Kabupaten Bantul, yakni Kapanewon Banguntapan dan Sewon," katanya, Selasa.
Berdasarkan catatan Agus, total 15 pohon tumbang tersebar diberbagai titik terutama di dua kapanewon tersebut. "Total pohon tumbang 15 titik yang berdampak pada akses jalan, jaringan listrik dan rumah," terang Agus.
Banyak titik pohon tumbang membuat tim BPBD segera bergegas ke lokasi untuk evakuasi. "TRC, PBK, FPRB dan relawan masih melakukan penanganan dan pendataan," tandas Agus.
BACA JUGA: PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Syarat Perjalanan Tetap Diperketat
Masih banyaknya kejadian pohon tumbang di wilayah Bantul mendorong BPBDkembali mengingatkan masyarakat untuk memangkas pohon yang dinilai rawan tumbang. Kegiatan ini dapat mengurangi risiko pohon tumbang saat diterpa hujan dan angin kencang
"Apabila ada pohon yang sudah lebat, itu mohon untuk dipangkas. Kedua kalau ada pohon yang kelihatan rapuh, sudah tua itu malah diganti dengan pohon yang muda," tuturnya.
Selain itu Agus juga mewanti-wanti warga untuk membersihkan saluran irigasi dan melakukan langkah preventif lainnya khususnya bagi warga yang tinggal daerah rawan bencana. "Warga harus rajin membersihkan saluran di lingkungan masing masing. Sementara menjauhi bantaran sungai. Menjauhi tebing-tebing yang rawan longsor," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh setelah tahapan pemenuhan cadangan SPMB 2026 selesai.
Program biodiesel B50 diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun pada 2026, menciptakan 2,1 juta lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Konflik AS dan Iran meluas ke Suriah dan Bahrain. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 11% dalam sepekan di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Radar GCI pertama Indonesia di Banjarbaru mampu mendeteksi objek hingga 515 kilometer dan memperkuat pengawasan ruang udara nasional secara real time.
Ekspor daun cincau kering Jawa Tengah mencapai 403 ton hingga Juni 2026 dan dipasarkan ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, serta Kamboja.
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.