Pembangunan Infrastruktur Perlu Digenjot Lagi

Rony Wijaya Indra Gunawan - Istimewa
08 Desember 2021 08:07 WIB Media Digital Bantul Share :

BANTUL-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan, meminta Pemerintah Kabupaten Bantul untuk terus melakukan pembangunan infrastrutur jalan di jalan kabupaten hingga jalan dusun, terutama jalan menuju objek wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Karena kalau jalannya bagus tempat wisatanya akan ramai karena akses mudah dijangkau. Efeknya ekonomi masyarakat setempat akan meningkat,” kata Rony, Selasa (7/12/2021).

Anggota Komisi C yang membidangi pembangunan ini memang getol memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan dan saluran irigasi serta penerangan jalan.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut penting untuk masyarakat dan dapat mempermudah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bumi Projotamansari. Selain itu juga mempermudah akses masyarakat dan memperpendek jarak tempuh. Sejauh ini Anggota Dewan dari daerah pemilihan 3 yang meliputi Kapanewon Dlingo, Imogiri dan Pleret tersebut melihat banyak infrastruktur yang rusak maupun akses jalan yang belum memadai.

Ia berharap pebaikan jalan tidak hanya fokus di jalan protokol, tetapi masuk sampai ke desa-desa dan dusun. Pihaknya sudah berupaya ikut membantu menggunakan anggaran atau dana aspirasi di dapilnya untuk perbaikan infrastruktur. Namun karena keterbatasan anggaran sehingga membutuhkan dana APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP).

Rony melihat banyak objek wisata baru yang menyediakan pemandangan alam yang indah di wilayah perbukitan terutama di Kapnewon Dlingo dan Imogiri. Namun karena akses jalan belum memadai sehingga belum banyak didatangi wisatawan. Memang jalan menuju Dlingo khususnya jalan provinsi sudah bagus, tetapi jalan-jalan yang menuju objek wisata di dusun-dusun belum memadai.

Pria kelahiran Jogja 25 Februari 1978 ini memahami kondisi pandemi selama dua tahun terakhir membuat anggaran pembangunan infrastruktur tersedot untuk penanganan Covid-19. Ia berharap pandemi segera berakhir sehingga tahun depan pembangunan infrastruktur perlu digenjot lagi. “Harapan tahun depan normal lagi sehingga pembangunan infrastruktur jalan bisa kembali berjalan,” ucapnya.

Selain infrastruktur jalan, Rony juga tengah memperjuangkan warga perbukitan yang masih kesulitan mendapatkan air bersih terutama di musim kemarau karena faktor geografis. Sebenarnya ada beberapa titik sumber air tetapi dalam, sehingga membutuhkan mesin pompa yang memadai dan butuh anggaran besar. “Harapannya ini bisa diakomodir oleh Pemkab Bantul,” katanya.

Politikus Partai Demokrat ini sering mengkritik kebijakan Pemkab dan juga menawarkan solusi. Pengusaha muda ini tertarik masuk dunia politik karena sadar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat membutuhkan kebijakan politis, sehingga masuk dan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Bantul pada 2019 dan terpilih.

“Bagaimana mencurahkan pikiran, ikut mengawal kebijakan pemerintahan atau ikut dalam memajukan bangsa tapi tentunya lewat jalur semestinya salah satunya parpol. Bisa sumbangkan fisik dan pikiran banyak cara saya pilih partai yang bisa memajukan,” ungkap Rony.

Rony sudah terbiasa dengan tugas seorang legislatif, karena selama ini ia juga aktif di berbagai organisasi selama kuliah Universitas Diponegoro Semarang hingga saat ini. Ia merupakan pendiri dan anggota LSM Indonesian Monitoring procedure of law (Implaw) yang masih aktif sampai sekarang.

Implaw merupakan organisasi sosial dalam hal bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat tidak mampu, memberikan pendampingan masyarakat, pedagang kecil yang terkena efek kebijakan pemerintah untuk dapat berdialog memberikan solusi, dan aktif memberikan pendapat kritikan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dirasa tidak seusuai dengan masyarakat di wilayah DIY.

Sebab, ayah dari tiga anak ini memiliki moto hidup, yakni “Manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. Berjuanglah selagi muda. Perjuangan tanpa henti,” ucap suami dari Yessy Yusnita ini. (ADV)