Gunungkidul Jadi Sentra Sapi DIY

Kepala Distan DIY, Sugeng Purwanto (kiri) dan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (dua kiri) saat Panen Pedet Sikomandan DIY, di Pasar Hewan Siyono, Logandeng, Playen, Selasa (7/12 - 2021). Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
08 Desember 2021 08:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) DIY menyebut Gunungkidul sebagai sentra pengembangbiakan sapi di DIY. Pengembangbiakan sapi didorong melalui program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Kepala Distan DIY Sugeng Purwanto mengatakan sasaran dari program Sikomandan ini adalah sapi potong, sapi perah, dan kerbau betina produktif, untuk selalu diupayakan agar reproduksinya berjalan optimal.

Sugeng mengatakan untuk 2021 target sasaran dari Sikomandan di DIY sebesar 83.783 ekor, yang tersebar di empat Kabupaten. Sampai dengan akhir November, realisasi akseptor 92.161 ekor, atau 110%. Sedangkan target kebuntingan 50.097 ekor, dan realisasinya 40.290 ekor atau mencapai 80,42%. Target kelahiran sebesar 47.212 ekor, dan realisasi 53.218 atau mencapai 113%.

“Data kami mencatat, jika berbicara sapi, sentranya memang di Gunungkidul, apalagi Sapi PO. Meskipun terkait dengan penyembelihan di Bantul. Kami dorong peningkatan populasi. Sehingga ketersediaan hewan ternak terpenuhi,” ucap Sugeng, saat Panen Pedet Sikomandan DIY, di Pasar Hewan Siyono, Logandeng, Playen, Selasa (7/12/2021).

Harapannya, menurut dia disamping pendapatan masyarakat, kesehatan masyarakat terjamin ada antisipasi stunting yang masih cukup tinggi di DIY.

Untuk terus mendorong populasi, dan menjalankan program Sikomandan dilakukan antara lain penyediaan semen beku, penyediaan sarana prasarana optimalisasi reproduksi seperti kontener N2Cair, dan peralatan Inseminasi Buatan (IB), operasionalisasi IB, Pemeriksa Kebuntingan (PKb), dan pelaporan kelahiran.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengharapkan ke depan sektor pengelolaan dapat dilakukan dari hulu hingga ke hilir sehingga program ekonomi kerakyatan meliputi pertanian, peternakan, perikanan dapat diwujudkan secara nyata, dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Apresiasi dari pemerintah kepada peternak dengan eksistensi dan semangat dalam beternak. Sektor pertanian peternakan tidak terpengaruh Covid-19 dan menjadi andalan titik berat pengembangan kesejahteraan,” ujar Sunaryanta dalam acara yang sama.

Pada Panen Pedet Sikomandan DIY puluhan sapi berusia 4 sampai 10 bulan hasil dari IB, jenis peranakan sapi didominasi jenis PO dibawa oleh kelompok tani di Pasar Hewan Siyono. Peranakan sapi ini merupakan hasil inseminasi buatan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Indonesia. Setidaknya ada 50 sapi pedet menjadi sampel panen pedet.

Dalam kesempatan ini Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada dua inseminator berprestasi. Selain itu juga memberikan nama Gowang kepada salah satu sapi, sedangkan Kepala Distan DIY memberikan nama Pocin.