Ke Makassar, Sleman Belajar Penanganan Covid-19

Sejumlah Pejabat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman beserta Satgas Covid-19 Sleman, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (8/12/2021). - Ist
09 Desember 2021 11:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah Pejabat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman beserta Satgas Covid-19 Sleman, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (8/12/2021). Mereka belajar bagaimana Makasar menangani Covid-19.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Kustini mengatakan kunjungan kerja tersebut dilakukan Pemkab untuk mengetahui langkah-langkah penanganan Covid 19 di Kota Makassar. "Jadi tujuan kami berkunjung ke Pemkot Makassar untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkot dalam mencapai terbentuknya herd immunity," katanya melalui rilis kepada awak media.

Kustini beralasan, berdasarkan informasi yang diterima Pemkab pencapaian herd immunity di Kota Makassar tergolong baik sehingga perlu dipelajari. Sementara di Sleman, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman pemberian vaksinasi dosis pertama hingga kini baru mencapai 91% dan dosis kedua bagi masyarakat mencapai 80,2%.

Selain upaya dan langkah penanganan Covid 19, Kustini juga mengatakan dalam kunjungan tersebut Pemkab juga ingin mengetahui metode yang dilakukan Pemkot Makassar dalam survey herd immunity. "Bagaimana mendapatkan hasil yang valid dan dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan," katanya.

Baca juga: Jangan Buang Limbah Berbahaya Sembarangan! Ini 7 Tempat yang Disediakan Pemkot Jogja

Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan saat ini herd immunity di Kota Makassar mencapai 87.6%. Menurutnya, banyak instrumen yang digunakan untuk survey baik oleh IDI, Dinkes dan lainnya. "Ini merupakan proses yang kami lakukan sejak awal," jelasnya.

Ramdhan mengatakan, Pemkot Makassar juga membuat ekosistem yang bergerak bersama menangani Covid-19. Ekosistem tersebut direalisasikan dalam program Makassar Recover yang merupakan sebuah inovasi dalam penanganan Covid 19 di Kota Makassar.

"Inovasi tersebut diimplementasikan dalam tiga sub program yaitu Penguatan Imunitas, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan Ekonomi," katanya. *