Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi di Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (19/8/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menunggu tambahan vaksin untuk vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021, vaksinasi anak bisa berlangsung sejak 24 Desember 2021. Adapun ketentuan vaksinasi anak untuk daerah yang capaian vaksinasi dosis pertama 70 persen, dosis kedua 48,57 persen, serta lansia 60 persen.
Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, vaksinasi di Kota Jogja telah melampaui angka tersebut. Per 6 Desember 2021, vaksinasi dosis pertama Kota Jogja sebanyak 203,48 persen atau 603.149 orang. Sementara untuk dosis kedua 191,38 persen atau 567.293. Beralih ke vaksinasi lansia, sudah 121 persen tercapai.
Meski sudah bisa melaksanakan vaksinasi anak, namun Pemkot Jogja menunggu penambahan stok vaksin. Stok yang ada saat ini masih fokus untuk dosis kedua. Adapun untuk dosis pertama jumlahnya sedikit. Sementara jumlah anak usia 6-11 tahun di Kota Jogja tergolong tinggi.
"Sasaran vaksin anak sekitar 40.000. Sebenarnya kami sudah siap, tapi masalahnya belum ada vaksin yang datang. Kalau sudah datang, ya kami laksanakan," kata Heroe, Jumat (10/11/2021).
Untuk mempermudah vaksinasi anak ini, pelaksanaan berlangsung di sekolah. "Karena sasarannya peserta didik SD, maka kami lakukan di sekolah-sekolah. Semoga melalui sekolah saja sudah selesai semua. Intinya perangkat kami sudah siap, kami tinggal menunggu vaksinnya saja, kemudian langsung dilaksanakan," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan vaksinasi anak masih menunggu pula petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun skema vaksinasinya sudah dipersiapkan.
"Sejauh ini belum ada petunjuk dari Kemenkes. Tapi kami sudah siapkan datanya, dan [teknis] pelaksanaannya untuk besok. Nanti kalau sudah ada petunjuk, dari pemerintah pusat pasti akan dicukupi [vaksinnya]," kata Emma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.