Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersiap membentuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK) sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Pembentukan KEK ini menjadi langkah awal Pemkab Sleman dalam mengarahkan pengajuan status Sleman sebagai kota animasi.
KEK dirancang sebagai wadah koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor berbasis digital yang dinilai memiliki potensi besar di wilayah Bumi Sembada.
Ketua Tim Kerja Atraksi dan Ekraf Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekraf Dispar Sleman, Supriyanto, mengatakan Perda Ekraf yang disahkan pada akhir 2025 harus segera ditindaklanjuti secara konkret.
“Sekarang kami masih melakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif yang berbasis digital. Tiap dinas teknis punya kewenangan masing-masing untuk sub sektor yang ada. Nah, Dispar akan mengarahkan pengembangan ke status kota animasi,” kata Supriyanto saat dihubungi, Senin (2/2/2026).
Menurut Supriyanto, pengajuan status kota animasi tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui beberapa tahapan administratif dan kelembagaan. Salah satu prasyarat utama adalah pembentukan Komite Ekonomi Kreatif sebagai payung koordinasi.
KEK nantinya akan melibatkan sejumlah OPD teknis terkait, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM), serta Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman.
“Seperti saya sampaikan bahwa domain kami itu pelaku dengan basis digital. Animasi menjadi domain kami. Perguruan tinggi yang membuka jurusan animasi juga ada di Sleman, contohnya Amikom dan MMTC,” ujarnya.
Secara ekosistem, subsektor animasi di Sleman dinilai telah memiliki ruang tumbuh yang memadai, baik dari sisi infrastruktur, pelaku usaha, hingga sumber daya manusia. Dispar Sleman juga berencana melakukan pendataan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang animasi sebagai bagian dari pemetaan potensi daerah.
Supriyanto menilai sektor animasi di Sleman saat ini relatif mapan, baik secara finansial maupun kualitas SDM. Ke depan, Pemkab Sleman akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar pembentukan KEK.
“Pemkab sebenarnya mendukung untuk kelembagaannya. Potensi yang dimiliki mitra sudah bagus. Intinya kami kejar dulu tahun ini untuk pendataan. Setiap kebijakan dan kegiatan harus berdasarkan data. Agustus bisa lah selesai,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, mengaku belum dapat menyampaikan secara rinci rencana pengajuan Sleman sebagai kota animasi. Menurutnya, gagasan tersebut awalnya datang dari pihak perguruan tinggi.
“Saya kedatangan Pak Rektor Amikom. Beliau mewacanakan mengkonsep Sleman menjadi kota animasi dan film. Kepada saya baru seperti itu. Saya belum tahu detailnya. Itu bagus juga. Dulu kami memang memutuskan Sleman menjadi kota animasi. Kalau berdampak positif untuk Ekraf ya kami dukung. Detailnya kami belum sampai ke tahap itu,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.