Advertisement

Dorong Pemulihan Ekonomi Bersifat Jangka Panjang

Media Digital
Jum'at, 10 Desember 2021 - 02:37 WIB
Budi Cahyana
Dorong Pemulihan Ekonomi Bersifat Jangka Panjang Edy Prabowo - Istimewa

Advertisement

BANTUL—Dorongan pemulihan ekonomi masyarakat terus diupayakan DPRD Bantul melalui banyak strategi. Pemberian pelatihan  dan pendampingan menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jagka panjang.

Anggota Komisi B DPRD Bantul, Edy Prabowo, mendorong adanya pemulihan ekonomi yang beraifat jangka panjang. Selain bantuan materiil seperti sembako dan bantuan sosial berwujud tunai, pelatihan dan pendampingan menurut Edy sangat diperlukan untuk memulihkan ekonomi masyarakat.

“Tdak hanya bantuan yang sifatnya materiil seperti sembako atau uang saja yang diberikan. Tetapi harus ada jangka panjangnya. Kalau bantuan yang berwujud materi itu kan hanya sementara,” tuturnya pada Kamis (9/12/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Ke depannya ini yang harus kita tingkatkan. Justru yang non-materiil ini berwujud pelatihan ini yang harus kita tingkatkan. Karena setelah pandemi ini kan dibutuhkan usaha lebih bagus. Uang atau sembako segera habis, tetapi kalau keterampilan bisa diaplikasikan jangka panjang,: tambahnya.

Pemberian pelatihan keterampilan kepada masyarakat dibutuhkan bukan tanpa sebab. Saat kasus Covid-19 tinggi dan beberapa aturan diperketat, banyak UMKM gulung tikar. Edy menyebutkan banyak UMKM yang berhenti beropetasi, sementara sisanya berjuang untuk terus beroperasi dengan beragam penyesuaian.

"Dari saya baik aspirasi maupun usulan kami itu yang jelas prioritas untuk pemulihan ekonomi. Bentuknya ada macam-macam, bantuan baik itu kebutuhan pokok maupun dalam bentuk pendampingan dan pelatihan," ungkapnya.

Salah satu adaptasi yang kudu dilakukan pelaku UMKM adalah pemasaran secara daring yang marak selama pandemi. Aspek ini menjadi salah satu pelatihan yang diberikan kepada masyarakat untuk membantu pemulihan ekonomi.

Masyarakat juga diajari pengemasan yang baik dan metode paling berkembang saat ini. Sehingga barang aman dalam kemasan, juga memiliki keunikan nilai estetika tersendiri.

Setidaknya selama pandemi Edy turut terlibat dalam inisiasi pelatihan keterampilan UMKM di dua kapanewon. Total ada 11 desa di Kapanewon Piyungan dan Banguntapan yang mendapatkan pendampingan sesuai potensi masing-masing desa. "Tahu depan kemungkinan program yang dilakukan masih sama, sebagian masih ada pelatihan. Karena tujuannya untuk pemulihan ekonomi," ujarnya.

Advertisement

Hasil UMKM dinilai Edy dapat diserap pasar yang luas. Mulai dari mendukung oleh-oleh sektor pariwisata maupun dipasarkan secara mandiri melalui daring.

"Harapan saya pandemi segera berakhir, nanti kalau sudah berakhir segala aktivitas usaha normal kembali. Di samping itu bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pelatihan itu. Akhirnya bisa menambah penghasilan dengan apa yang dilatih itu," tukasnya. (ADV)

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement