Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Sebuah mobil melintas di jalan yang belum beraspal di wilayah Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ratusan kilometer jalan di Gunungkidul rusak. Total kerusakan sepanjang 929,1 kilometer.
Total ruas jalan di Gunungkidul sepanjang 1.136,66 kilometer. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul jalan yang benar-benar dalam kondisi baik sepanjang 207,56 kilometer. Sedangkan sisanya sepanjang 929,1 kilometer kondisinya sedang, rusak ringan hingga rusak berat.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan infrastruktur jalan di Gunungkidul belum sepenuhnya bagus. Pasalnya, masih ada jalan yang kondisinya rusak dengan panjang mencapai ratusan kilometer.
Dia menjelaskan, berdasarkan pendataan di pertengahan tahun ini, kondisi jalan yang baik di Gunungkidul mencapai 207,56 kilometer. Jumlah itu baru mencapai 18,26% dari total ruas jalan kabupaten yang panjangnya mencapai 1.136,66 kilometer.
Adapun jalan rusak di Gunungkidul tercatat dalam dua kategori. Kondisi rusak ringan dengan panjang mencapai 147,969 kilometer. Sedangkan jalan dengan kondisi rusak berat panjangnya 299,5 kilometer.
“Selain itu ada jalan dalam kondisi sedang yang panjangnya mencapai 481,63 kilometer,” kata Yana, sapaan akrabnya kepada wartawan, Kamis (16/12/2021).
Menurut dia, upaya perbaikan jalan terus dilakukan. Meski demikian, prosesnya tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Memang harus bertahap dan untuk perbaikan juga meminta bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus,” katanya.
Disinggung mengenai dampak dari pandemi Covid-19, Yana mengakui program perbaikan ikut terkena imbasnya karena alokasi banyak dipindahkan untuk penanggulangan virus ini. “Memang ada tetapi programnya tidak banyak. Untuk perbaikan tahun ini ada di ruas Tambakromo-Semin; Nglebak-Jatiayu. Selain itu, ada juga normalisasi tanjakan Bundelan di Kapanewon Ngawen yang menjadi satu paket dengan perbaikan jalan Watugajah-Sampang,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Anwarudin ikut menyoroti kondisi jalan di Gunungkidul. Pasalnya, kerusakan tidak hanya terjadi di jalan kabupaten karena jalan desa juga masih banyak yang rusak sehingga saat diakumulasikan ruasnya bisa lebih panjang lagi.
Menurut dia, kerusakan ini harus menjadi perhatian karena jalan sebagai akses penting guna menunjang pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya upaya perbaikan harus dilakukan meski dilaksanakan secara bertahap.
“Untuk jalan desa memang bukan kewenangan Pemkab, tapi perbaikan bisa dilaksanakan dengan program pokok-pokok pikiran Dewan. Selain itu, ada juga akses belanja langsung untuk perbaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
iOS 27 rilis 14 September. Simak daftar iPhone yang mendapat update serta perangkat yang bisa menggunakan Siri AI.
Rupiah melemah 0,36% ke Rp17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.
Sebuah goresan yang lahir dalam pembukaan 1O1 Travel Sketch x Sketsa Nusantara pada 8–9 Agustus 2026 kini kembali kepada pemilik goresan tersebut.
Korean Air mulai Wi-Fi Starlink gratis 15 September 2026. Layanan awal tersedia di empat pesawat untuk rute jarak jauh.
Melalui platform ini, masyarakat dapat mengecek berbagai informasi perumahan, mulai dari nama perumahan dan pengembang, legalitas, fasilitas umum dan fasilitas