Advertisement

Ratusan Kilometer Jalan di Gunungkidul Rusak

David Kurniawan
Kamis, 16 Desember 2021 - 18:17 WIB
Budi Cahyana
Ratusan Kilometer Jalan di Gunungkidul Rusak Sebuah mobil melintas di jalan yang belum beraspal di wilayah Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ratusan kilometer jalan di Gunungkidul rusak. Total kerusakan sepanjang 929,1 kilometer.

Total ruas jalan di  Gunungkidul sepanjang 1.136,66 kilometer. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul jalan yang benar-benar dalam kondisi baik sepanjang  207,56 kilometer. Sedangkan sisanya sepanjang 929,1 kilometer kondisinya sedang, rusak ringan hingga rusak berat.

Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan infrastruktur jalan di Gunungkidul belum sepenuhnya bagus. Pasalnya, masih ada jalan yang kondisinya rusak dengan panjang mencapai ratusan kilometer.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dia menjelaskan, berdasarkan pendataan di pertengahan tahun ini, kondisi jalan yang baik di Gunungkidul mencapai 207,56 kilometer. Jumlah itu baru mencapai 18,26% dari total ruas jalan kabupaten yang panjangnya mencapai 1.136,66 kilometer.

Adapun jalan rusak di Gunungkidul tercatat dalam dua kategori. Kondisi rusak ringan dengan panjang mencapai 147,969 kilometer. Sedangkan jalan dengan kondisi rusak berat panjangnya 299,5 kilometer.

“Selain itu ada jalan dalam kondisi sedang yang panjangnya mencapai 481,63 kilometer,” kata Yana, sapaan akrabnya kepada wartawan, Kamis (16/12/2021).

Menurut dia, upaya perbaikan jalan terus dilakukan. Meski demikian, prosesnya tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Memang harus bertahap dan untuk perbaikan juga meminta bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus,” katanya.

Disinggung mengenai dampak dari pandemi Covid-19, Yana mengakui program perbaikan ikut terkena imbasnya karena alokasi banyak dipindahkan untuk penanggulangan virus ini. “Memang ada tetapi programnya tidak banyak. Untuk perbaikan tahun ini ada di ruas Tambakromo-Semin; Nglebak-Jatiayu. Selain itu, ada juga normalisasi tanjakan Bundelan di Kapanewon Ngawen yang menjadi satu paket dengan perbaikan jalan Watugajah-Sampang,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Anwarudin ikut menyoroti kondisi jalan di Gunungkidul. Pasalnya, kerusakan tidak hanya terjadi di jalan kabupaten karena jalan desa juga masih banyak yang rusak sehingga saat diakumulasikan ruasnya bisa lebih panjang lagi.

Advertisement

Menurut dia, kerusakan ini harus menjadi perhatian karena jalan sebagai akses penting guna menunjang pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya upaya perbaikan harus dilakukan meski dilaksanakan secara bertahap.

“Untuk jalan desa memang bukan kewenangan Pemkab, tapi perbaikan bisa dilaksanakan dengan program pokok-pokok pikiran Dewan. Selain itu, ada juga akses belanja langsung untuk perbaikan,” katanya.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement