Diterjang Ombak, Dua Perahu di Samas Terbalik saat Hendak Melaut

Tim SAR gabungan saat akan mengevakuasi kapal jukung yang terbalik di pantai Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Sabtu (18/12/2021) - Dok.Polsek Sanden
18 Desember 2021 18:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dua perahu atau kapal jukung terbalik saat akan melaut di Pantai Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Sabtu (18/12/2021) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun perahu dan mesinnya mengalami kerusakan.

Sekretaris Sarlinmas Rescue Istimewa Wilayah IV Bantul, Nugroho mengatakan peristiwa dua perahu terbalik dihantam ombak tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu perahu jukung dengan nama lambung Farista Fahri yang dinakhodai oleh Bayu, 21, warga Tangkilan, Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul‎ ditemani anak buah kapal (ABK) Warsito, 30, warga Cilacap, Jawa Tengah, akan berangkat melaut.

Namun baru saja kapal akan ke tengah laut mendadak gelombang pasang menerjang kapal dan akhirnya terbalik. Melihat ada rekannya yang perahunya terbalik diterjang gelombang, perahu jukung ‎bernama lambung Mesya Putri yang dinakhodai Budi, 27, dan ABK Jack keduanya warga Cilacap, Jawa Tengah kemudian turun ke laut untuk memberikan pertolongan.

BACA JUGA: Tambah 2 Pasien Omicron, Masyarakat Diimbau Tidak Ke Luar Negeri

Akan tetapi gelombang tinggi juga menerjang dan perahu terbalik, “Jadi perahu Mesya Putri berusaha memberi pertolongan nahas gelombang pasang menerjang dan perahu terbalik. Jadi kedua perahu sama-sama terbalik di laut,” kata Nugroho.

Menurut Nugroho, setelah kedua perahu terbalik nakhoda dua perahu berikut ABK berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ketepian mengikuti arus ombak. Semuanya dalam kondisi selamat karena mengenakan pelampung badan.

Setelah dua nakhoda dan dua ABK berhasil selamat, selanjutnya bersama-sama dengan warga setempat, dibantu tim SAR gabungan dari Ditpolair, TNI Angkatan Laut mencoba menyelamatkan alat tangkap dan perahu jukung yang mengapung di laut diterjang gelombang pasang. Kdua perahu juga sudah berhasil dievakuasi ke pantai.

Nugroho menjelaskan tidak ada korban dalam kejadian tersebut, “ Tapi ada kerusakan pada kapal jukung, yakni bagian katir patah dan katir sempat terlepas ke laut namun menepi sendiri bersama gelombang,” ujar Nugroho.

Nugroho mengimbau nelayan untuk aspada karena saat ini gelombang air laut sedang tinggi. Ketinggian gelombang air laut mencapai 2 sampai 3,5 meteran.