Bupati Gunungkidul Ingatkan Lurah agar Tak Terjerat Korupsi

Bupati Gunungkidul Sunaryanta memberikan selamat kepada lurah terpilih dalam pelantikan yang diselenggarakan di Alun-Alun Wonosari. Jumat (17/12/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
18 Desember 2021 07:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengingatkan para lurah terkait agar berhati-hati dan tidak terjerat kasus korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini diungkapkan seusai melantik 56 lurah terpilih di Alun-Alun Kota Wonosari, Jumat (17/12/2021).

Menurut dia, sudah ada beberapa lurah yang terjerat korupsi dan hal tersebut harus menjadi pembelajaran. “Di dalam penyelenggaraan pemerintahan memang sangat rawan korupsi terutama menyangkut masalah anggara,” ungkapnya.

BACA JUGA: Viral Video Keji Pembunuhan Anjing, Pelatih PSS Sleman Janjikan Bonus bagi yang Tahu Pelakunya

Sunaryanta berkomitmen memberikan pendampingan serta membuka ruang seluas-luasnya untuk para lurah berkonsultasi mengenai aturan serta mekanisme dalam penyelenggaraan roda pemerintahan. Diharapkan pendampingan ini dapat mengurangi potensi masalah di kalurahan. “Kami sangat terbuka dan OPD yang ada siap memberikan pendampingan,” katanya.

Selain mengingatkan akan bahaya jeratan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan di kalurahan, Sunaryanta juga meminta kepada lurah agar mewujudkan aspirasi dari masyarakat untuk pembangunan yang lebih baik lagi. Selain itu, juga berperan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang dimiliki di kalurahan. “Harapannya dapat menyalurkan aspirasi masyarakat serta bisa menyejahterakannya,” kata dia.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Kriswantoro mengatakan pemilihan lurah serentak yang dilaksanakan pada 30 Oktober lalu dilaksanakan di 58 kalurahan. Namun demikian, pelantikan pada Jumat pagi hanya diikuti 56 lurah terpilih.

Dia menjelaskan, lurah terpilih Pengkol dan Semoyo belum bisa dilantik karena jabatan lurah lama baru berakhir pada 30 Desember mendatang. Pelantikan dilakukan dua kali. “Hari ini baru 56 lurah terpilih, sedangkan Lurah Pengkol dan Semoyo akan dilantik 30 Desember mendatang,” katanya.

BACA JUGA: Kagama DKI Jakarta Harapkan Mobil Saras Bisa Beri Manfaat untuk Warga Jogja

Menurut dia, pemilihan lurah di Gunungkidul di tahun ini berjalan dengan lancar, aman serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya potensi penularan virus Corona pada saat penyelenggaraan pemilihan.

“Awalnya TPS pemilihan akan dibuat satu dusun satu lokasi, tetapi agar tidak terjadi kerumuman satu TPS dibatasi maksimal 500 pemilih. Jadi, pada saat persiapan harus melakukan penambahan tempat pemilihan dari rencana awal,” katanya.