Di Taman Pintar, Puluhan Anak Yatim Diajak Baca Puisi Tentang Ibu

Sitoresmi Prabuningrat (kiri) membaca puisi bersama anak yatim di Taman Pintar, Selasa (21/12/2021). - Ist.
21 Desember 2021 21:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Puluhan anak yatim dari sejumlah panti asuhan di DIY ikut membaca puisi bersama seniman yang juga pendakwah Sitoresmi Prabuningrat di Taman Pintar Jogja, Selasa (21/12/2021). Adapun puisi yang dibaca berjudul Memuliakan Ibu karya dari Octanvianus Masheka.

Kegiatan itu digelar merupakan rangkaian dari Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Pembacaan puisi tentang ibu tersebut sebagai pengingat bagi semua orang bahwa ibu memiliki peran penting bahkan bisa disebut sebagai tulang punggung dalam keluarga.

Sitoresmi mengatakan, kadang anak saat ini lupa bahwa ibu memiliki peran sentral dalam keluarga. Setiap kali anak meminta, ibu seringkali pertama memberikan respons. Tetapi anak kadang kurang memiliki kepekaan terhadap beban seorang ibu.

“Contohnya ketika ulang tahun, anak saat ini selalu minta untuk dirayakan dengan kegiatan atau sejenisnya. Padahal yang seharusnya diingat saat hari lahir adalah siapa yang melahirkan kita, yaitu ibu, itu yang harus kita ingat, tetapi hal ini seringkali menyimpang,” katanya.

Dalam kesempatan itu Sitoresmi memberikan semangat kepada para anak yatim. Mereka juga diajak membawa puisi secara bersamaan. “Pada anak-anak ini kami lebih memberikan motivasi agar menghormati ibu dengan beragam cara,” ujarnya.

Penanggungjawab Acara M Boy Rifai menyatakan puisi yang dibacakan secara khusus memang tentang ibu. Harapannya dapat menggugah siapa saja tentang pentingnya menghormati ibu. Ia mengundang sebanyak 20 pengelola panti asuhan yatim untuk bersama merayakan hari ibu.

“Kita harus memuliakan ibu, kami ingin semua orang yang datang ke Taman Pintar itu menyadari bahwa ibu bagian dari kehidupan,” ujarnya.

Boy menyiapkan 1 ton salak bagi siapa saja yang bersedia membacakan puisi maka akan diberikan salak untuk dibawa pulang. “Salak kami pilih sebagai hadiah, siapa pun yang datang mmbaca puisi, boleh mengambil Salak, satu ton saya siapkan. Kalau habis saya ambil lagi kebunnya,” ujarnya.