Jogja Punya Perpustakaan Online E-Library YK

Kepala DPK Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani (kiri); Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (tiga kiri); CEO PT Woolu Aksara Maya, Sulasmo Sudarno Sulasmo Sudarno (kanan); dan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (dua kanan) dalam launching E-Library YK di Kantor DPK Kota Jogja, Selasa (21/12). (Harian Jogja - Sirojul Khafid)
23 Desember 2021 07:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Jogja merilis sistem aplikasi E-Library YK. Menurut Kepala DPK Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, E-Library YK dibuat untuk memudahkan masyarakat mencari referensi buku tanpa harus datang secara langsung ke perpustakaan.

“Ini akan memudahkan pembaca, karena menjadikan perpustakaan berada dalam genggaman. Perpustakaan digital juga menjadi kemudahan paradigma pembelajaran serta informasi yang terintegrasi,” kata Veronica dalam peluncuran E-Library YK di Kantor DPK Kota Jogja, Gondomanan, Jogja, Selasa malam (21/12).

Saat ini sudah ada 1.300 koleksi buku digital yang ada di E-Library YK. Masyarakat bisa meminjam melalui aplikasi setelah membuat akun. Adapun rentang waktu sekali peminjaman selama tiga hari. Setelah itu buku digital akan otomatis tidak bisa diakses. Masyarakat bisa memperpanjang masa peminjaman dalam sistem yang tersedia. Ada pula fitur lainnya, termasuk riwayat peminjaman.

“Mungkin Pemkot Jogja bukan yang pertama memiliki E-Library, tapi saya yakin kan koleksi buku secara kuantitas dan kualitas sangat bisa diunggulkan dengan daerah lain,” kata Veronica.

Aplikasi E-Library YK merupakan hibah dari PT. Woolu Aksara Maya. Menurut CEO PT Woolu Aksara Maya, Sulasmo Sudarno, aplikasi ini memungkinkan masyarakat atau instansi lain membuat E-Library masing-masing sesuai minat keilmuannya. Setiap pengguna memungkinkan menggunggah informasi di aplikasi tersebut.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengapresiasi dan berterima kasih atas hibah aplikasi ini. Sekarang semua hal berbasis teknologi dan memanfaatkan smartphone. Sehingga semua orang dan aspek pelayanan perlu menyesuaikan.

"Ini satu inovasi layanan, kami terima kasih hibahnya. Salah satu bagian inovasi layanan untuk akses buku, karena buku adalah jendela dunia," kata Haryadi.

Haryadi berharap koleksi buku digital bisa terus bertambah. Serta masyarakat bisa semakin memanfaatkan layanan ini untuk kemajuan kelimuan.  (*)