Begini Strategi Sultan Antisipasi Kerumunan saat Malam Tahun Baru

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Desember 2021 20:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--DIY berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerumunan saat malam pergantian tahun untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjelaskan dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Pusat mengingatkan agar daerah siap dalam menghadapi libur Nataru. Terutama dalam mengantisipasi terjadinya kerumunan.

“Siap dalam arti, bagaimana [langkahnya] karena akan banyak dikunjungi orang, bagaimana masalah kerumunan, kemungkinan [antisipasi] rumah sakit, oksigen. Bagaimana ini bisa dikoordinasikan dengan baik antara provinsi kabupaten kota, prinsipnya itu saja,” katanya di Kepatihan, Senin (27/12/2021).

BACA JUGA: Cara Punya Rumah Sendiri lewat Program Tapera

HB X menambahkan DIY akan melakukan berbagai langkah antisipasi. Dalam beberapa hari ini akan melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota. “Nanti kita ingatkan, mungkin satu dua hari ini kita bertemu dengan kabupaten kota dengan harapan mengingatkan bagaimana mengatur. Karena ini tempat wisata dan kerumunan seperti Malioboro dan sebagainya semoga enggak terjadi hal-hal [menimbulkan kerumunan],” ucapnya.

Selama libur Natal beberapa hari terakhir kepadatan memang sudah terjadi di Kota Jogja terutama kawasan Malioboro. Jika terjadi kenaikan tidak sepenuhnya disebabkan karena hal tersebut, karena bisa jadi ada klaster tertentu.

Akan tetapi Sultan berusaha untuk mencari penyebabnya jika terjadi kenaikan kasus Covid-19 dalam jumlah kecil sekalipun. “[Malioboro] memang betul [sudah padat], tetapi kalau kita melihatnya, kira-kira setiap hari kasusnya naik terus atau naik terus turun, kalau naik turun mungkin ada klaster ada kenaikan, kenapa naik. Naik 7 orang pun saya tadi pagi tanyakan kenapa [naik], kita lihat hari ini nanti naik lagi atau malah turun, karena setiap kenaikan dan kesembuhan perimbangannya harus ada,” ujarnya.